AMSI Papua Resmi Miliki Pengurus Baru, Tekankan Integritas Informasi di Era Digital
Papua60detik - Asosiasi Media Siber Indonesia (AMSI) wilayah Papua melakukan pelantikan pengurus baru periode 2025-2028. Diketuai Jean Bisay, Sekretaris Irsul Panca Aditra, Bendahara Elsina B Mnsen serta sembilan pengurus lainnya.
Ketua AMSI Pusat, Wahyu Dhyatmika berharap tugas baru yang akan diemban oleh para oengurus terpilih, dapat dijalankan sebaik-baiknya demi memajukan ekosistem informasi secara akurat dan kredibel.
Baca Juga: Alex Omaleng Tutup Usia
Saat ini katanya, media dan jurnalisme tidak lagi hanya bicara tentang berita, tapi tentang ekosistem informasi.
Ia menjelaskan, dalam ekosistem informasi itu pelakunya bukan hanya media dan wartawan, tapi di dalamnya termasuk kampus, universitas, akademisi, peneliti, pemangku kebijakan, tokoh masyarakat, dan wakil-wakil organisasi dan masyarakat sipil.
Menurutnya, tantangan menjaga integritas informasi saat ini semakin berat. Platform digital dengan algoritma yang tidak dapat dikendalikan membuat arus informasi sulit disaring, sehingga publik tidak selalu menerima konten yang benar dan dapat dipertanggungjawabkan.
"Jadi semua aktor di dalam masyarakat itu adalah juga faktor-faktor yang penting untuk memastikan ekosistem informasi kita itu kredibel," ujarnya.
Menurutnya, algoritma platform digital tidak dirancang untuk memastikan informasi yang disajikan bebas dari hoaks. Justru, algoritma tersebut lebih fokus untuk menarik perhatian pengguna. Dengan kata lain, mata uang utama platform digital adalah perhatian dan jumlah tayangan, bukan kebenaran atau integritas informasi.
"Ketika ingin menjadi viral itu tidak melulu didorong oleh fakta atau didorong oleh kebenaran tetapi viralitas itu kebanyakan didorong oleh emosi. Terutama emosi yang berpotensi untuk menarik viralitas banyak orang, jadi ketika semakin viral semakin bagus," pungkasnya.
Asisten II Bidang Perekonomian dan Pembangunan Setda Mimika, Frans Kambu mengatakan media siber memiliki peran strategis dalam memastikan akses informasi yang cepat, akurat.
Ia menyebut, kehadiran AMSI di tanah Papua bisa menjadi wadah profesional bagi perusahaan media untuk memperkuat standar jurnalisme yang berkualitas, melawan hoax, serta meningkatkan literasi digital masyarakat.
"Saya berharap, seluruh insan media mengedepankan etika jurnalistik, keberimbangan informasi dan semangat membangun sehingga pemberitaan tidak hanya informatif tetapi memberi dampak positif," pungkasnya. (Martha)