Cakupan di Bawah Target Nasional, Dinkes Mimika Evaluasi Program Imunisasi
Dinas Kesehatan menggelar Pertemuan Evaluasi Program Imunisasi bagi puskesmas, klinik, dan rumah sakit, foto: Martha/ Papua60detik
Dinas Kesehatan menggelar Pertemuan Evaluasi Program Imunisasi bagi puskesmas, klinik, dan rumah sakit, foto: Martha/ Papua60detik

Papua60detik – Untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan petugas imunisasi, Dinas Kesehatan menggelar pertemuan evaluasi program imunisasi bagi Puskesmas, klinik, dan rumah sakit, Selasa (09/06/2026).

Pertemuan ini membahas teknis pelaksanaan imunisasi, penginputan data ke aplikasi, alur pelaporan dari fasilitas kesehatan, serta pengelolaan dan pengambilan logistik.

Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinas Kesehatan Mimika, Linus MR Dumatubun, mengakui bahwa dalam lima tahun terakhir, target imunisasi di Mimika belum pernah mencapai 90 persen. Kondisi ini menjadi perhatian sehingga pertemuan ini menjadi ruang diskusi dan evaluasi untuk mencari solusi terbaik demi meningkatkan capaian imunisasi pada tahun ini.

"Kami mengundang Puskesmas, klinik swasta, dan rumah sakit. Harapan kami, teman-teman bisa melaporkan semua hambatan di lapangan. Setelah pertemuan ini, kami berharap kerja sama dapat berjalan lebih baik dan hasilnya maksimal," ujar Linus saat diwawancarai. 

Ia menjelaskan, program imunisasi mencakup berbagai tahapan mulai dari imunisasi dasar, Baduta, Balita, imunisasi anak sekolah, hingga wanita usia subur (WUS). Pelaksanaan Bulan Imunisasi Anak Sekolah (BIAS) dinilai penting karena anak pada usia tersebut mengalami penurunan titer antibodi sehingga membutuhkan imunisasi tambahan untuk meningkatkan kekebalan tubuh.

Linus menyebut, program BIAS sebenarnya sudah dirancang agar pelaksanaannya mudah. Sasaran imunisasi ini dilakukan secara berkelompok di sekolah-sekolah, sehingga mempermudah petugas kesehatan dalam memberikan layanan. Selain itu, jadwal pelaksanaannya juga cukup panjang, yaitu dari Agustus sampai November 2026.

Namun, kenyataannya dalam lima tahun terakhir, cakupan BIAS di Kabupaten Mimika masih belum mencapai target nasional, yaitu 95 persen untuk semua jenis antigen. Rata-rata cakupan tiap antigen setiap tahun bahkan masih berada di bawah 80 persen.

Kondisi seperti ini, kata Linus, memberikan gambaran bahwa Kejadian Luar Biasa (KLB) masih sangat berpotensi terjadi di Mimika. Oleh karena itu, pertemuan persiapan pelaksanaan BIAS tahun 2026 diharapkan dapat menghasilkan solusi yang tepat untuk meningkatkan cakupan imunisasi dan mencegah potensi terjadinya KLB. 

Sementara itu, Kepala Seksi Imunisasi Dinas Kesehatan Kabupaten Mimika, Nelsi Bungan Allo, menegaskan bahwa evaluasi program imunisasi rutin perlu disikapi dengan semangat kompetisi  sehat antar fasilitas layanan kesehatan.

"Sampai sekarang masih ada ibu-ibu yang mengira kalau sudah mendapat imunisasi, urusannya selesai. Padahal tidak demikian, ada jadwal lengkapnya agar lebih terlindungi," pungkasnya. (Martha)