Desember, Kepala Suku Meepago Imbau Warga Jaga Kamtibmas & Hindari Provokasi
Papua60detik - Kepala Suku Besar Wilayah Meepago, Provinsi Papua Tengah, Melkias Keiya, mengimbau seluruh masyarakat menjaga keamanan, menjaga keamanan umum dan menghindari segala bentuk provokasi dari pihak-pihak yang tidak bertanggung jawab.
Melkias Keiya menekankan bahwa situasi jelang 1 Desember kerap dimanfaatkan oleh kelompok tertentu untuk melakukan penggalangan massa tanpa izin hukum, yang pada akhirnya dapat memicu ketidakstabilan dan mengganggu Kamtibmas di wilayah Meepago.
Baca Juga: Alex Omaleng Tutup Usia
Dalam seruannya, Melkias Keiya meminta masyarakat agar menjauh dan menghindari panitia atau koordinator lapangan yang tidak memiliki legalitas hukum dalam menyelenggarakan kegiatan, terutama yang berkaitan dengan peringatan 1 Desember.
"Masyarakat harus waspada. Jangan mudah percaya atau ikut ajakan pihak-pihak yang tidak jelas asal-usulnya. Mereka berpotensi mengancam situasi dan dapat membahayakan keselamatan masyarakat itu sendiri," tegas Melkias Keiya dalam keterangan yang di terima Papua60detik.id Senin (1/12/2025) pagi.
Ia menekankan bahwa keselamatan rakyat harus menjadi prioritas, serta mengingatkan bahwa segala bentuk kegiatan yang tidak mengantongi izin resmi berpotensi menimbulkan permasalahan hukum dan gangguan keamanan.
Melkias Keiya juga memberikan perhatian khusus pada jalur Trans Nabire–Ilaga, yang merupakan salah satu kawasan rawan gangguan Kamtibmas. Ia mengimbau seluruh pengendara motor, terutama yang beraktivitas di pagi dan sore hari, untuk meningkatkan kewaspadaan.
Menurutnya, gangguan keamanan sering terjadi di beberapa titik tertentu, sehingga masyarakat diminta menghindari perjalanan malam hari jika tidak memiliki urusan yang mendesak.
“Keselamatan diri adalah hal yang sangat penting. Saya mohon masyarakat tetap fokus dan waspada, terutama di jalur Trans Nabire–Ilaga yang sering menjadi titik perhatian,” ujarnya.
Selain itu, Kepala Suku Besar Meepago juga meningkatkan tindak kriminal seperti pencurian dan begal menjelang tanggal 1 Desember. Untuk itu, masyarakat Kota Nabire diminta membatasi aktivitas keluar-masuk rumah melebihi pukul 19.00–20.00 WIB.
Langkah ini, menurutnya, penting untuk meminimalkan risiko masyarakat menjadi korban kejahatan akibat meningkatnya aktivitas kriminal pada jam-jam rawan.
“Keluarga harus saling mengingatkan untuk menjaga keamanan rumah masing-masing. Situasi menjelang tanggal penting seperti ini harus dihadapi dengan kewaspadaan penuh,” ungkapnya.
Dalam pernyataan penutupnya, Melkias Keiya mengajak seluruh masyarakat Meepago untuk tetap tenang, tidak terprovokasi isu-isu pembohong, serta menjaga persatuan dan perdamaian di wilayah masing-masing.
Ia menegaskan bahwa stabilitas keamanan hanya dapat terwujud melalui kerja sama dan sikap saling menjaga antarwarga.
“Kita harus menghadapi situasi ini dengan bijak, dewasa, dan tetap menjaga keharmonisan. Mari lindungi keluarga, kampung, dan wilayah Meepago dari gangguan yang tidak bertanggung jawab,” tutupnya. (Elia Douw)