Kapolda Kukuhkan Dhuaja Satuan Brimob Polda Papua Tengah, Satya Ingga Mumaiga
Nama Satya Ingga Mumaiga bermakna setia hingga akhir. Menjadi tonggak penting dalam perjalanan Polda Papua Tengah dan penegasan komitmen pengabdian Brimob dalam menjaga stabilitas keamanan di Bumi Cenderawasih.
Kapolda Papua Tengah Brigjen Alfred Papare mengatakan, kehadiran Sat Brimob Polda Papua Tengah bukan sekadar pemenuhan kebutuhan organisasi, tetapi juga jawaban nyata atas tantangan keamanan yang semakin kompleks.
Ia bilang, Brimob hadir untuk memperkuat jajaran kepolisian dalam menghadapi berbagai potensi ancaman, mulai dari gangguan kamtibmas, konflik sosial, hingga penanggulangan bencana. Sebagai garda terdepan Polri, Brimob siap mengabdi tanpa pamrih demi menjaga keutuhan NKRI dan mewujudkan kedamaian bagi masyarakat Papua Tengah.
"Hari ini, Satya Ingga Mumaiga dikukuhkan sebagai panji kehormatan kesatuan, sebuah simbol yang memuat nilai-nilai luhur kesetiaan, keberanian, dan pengabdian tanpa batas. Makna setia hingga akhir bukan hanya semboyan, tetapi ikrar moral dan spiritual bagi setiap prajurit Brimob Polda Papua Tengah untuk tetap teguh, loyal, dan tidak gentar menghadapi setiap tantangan sepanjang pengabdiannya," ucap Alfred.
Panji ini katanya, menegaskan bahwa setiap langkah tugas Brimob adalah bentuk pengorbanan mulia bagi bangsa dan negara, serta wujud kecintaan kepada tanah Papua dan seluruh masyarakatnya.
Ia berpesan kepada seluruh personel Brimob agar menjadi abdi negara yang profesional, tangguh, dan humanis. Memegang teguh Tribrata dan Catur Prasetya sebagai pedoman hidup.
"Bangun hubungan yang harmonis dengan masyarakat, karena keberhasilan sejati tercapai ketika kita mampu menjaga kepercayaan rakyat. Junjung tinggi kehormatan satuan dan pelihara solidaritas dengan TNI, pemerintah daerah, serta seluruh komponen masyarakat," pintanya. (Eka)