Ngopi Bareng, BPS Mimika Ajak Wujudkan Satu Data Tunggal UMKM Indonesia
Papua60detik - Badan Pusat Statistik Kabupaten Mimika dan Kementerian Koperasi dan UMKM ngopi bareng bersama sejumlah stakeholder dan elemen masyarakat.
Kegiatan di Baliem Cafe Hotel Horison, Rabu (4/10/2023) itu sebagai upaya mendorong terciptanya basis data tunggal Koperasi dan UMKM di Indonesia.
Penanggungjawab Program Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Papua, Akhmad Fauzi menyebut, tiga Kabupaten di Tanah Papua yang menjadi sampel pengambilan data UMKM yaitu Mimika, Merauke dan Jayapura.
Ngopi bareng dilaksanakan di Mimika karena Mimika memiliki petugas pengumpulan data terbanyak, yakni 188 orang.
Selain memiliki petugas terbanyak secara catatan data registrasi dari beberapa sumber, Kabupaten Mimika mempunyai sekitar 18.000 UMKM.
“Survei sudah dilaksanakan sejak 15 September, selesai pada 14 Oktober, tapi perlu kami undang dari perbankan, kedinasan, ikatan-ikatan suku, agar mereka bisa menyebarluaskan informasi ini bahwa ada kegiatan pendataan UMKM di Kabupaten Mimika. Daripada kita datangi satu-satu mending kita kumpulkan satu kali untuk memberikan penjelasan sehingga mereka mendapatkan informasi untuk disebarluaskan agar pendataan UMKM di Timika lebih sukses lagi,” kata Akhamd.
Dalam survei UMKM ini, Akhmad menyebut tidak ada target yang harus dicapai namun berdasarkan data dari beberapa sumber, UMKM di Mimika mencapai 18.000.
“Data UMKM ini kan menyebar, ada dari Kementerian, KPPN, Bank, yang kami kelola diperkirakan ada 18.000 usaha di Mimika. Tapi nanti bisa saja lebih atau kurang, tergantung kondisi lapangan,” katanya.
Sementara Kepala BPS Mimika Ouceu Setyadipura mengatakan sejauh ini proses pendataan telah dilalukan tepat waktu dan berjalan dengan lancar.
“Petugas kita juga hampir 200an, kemudian kita siapkan mitigasinya agar selesai pada 14 Oktober 2023 nanti,” ungkapnya.
Pendataan khususnya di wilayah perkotaan dan sebagian pesisir, katanya sudah selesai. Namun di wilayah pegunungan belum dilaksanakan, karena masih menunggu pesawat.
“Problem pasti ada yah tapi secara keseluruhan hampir tidak ada masalah, mudah-murahan ke sana bisa lancar. Sekali lagi satu data tidak hanya penduduk, tetapi seluruh hal akan menjadi satu data termasuk UMKM,” ujarnya.
Menurut Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Mimika, Petrus Pali’ Ambaa, UMKM Satu data tunggal ini akan sangat bermanfaat.
“Karena ini kan menyangkut data yang tentunya dibutuhkan oleh dinas terkait dalam hal mengambil suatu kebijakan. Harapannya data ini bisa jadi tolak ukur program-program UMKM dan tidak ada data ganda, tetapi sudah betul-betul real yang sesuai data yang dihimpun BPS,” katanya. (Faris)