Pemerintah Galakkan Pasar Murah, Pedagang Sayur Sambat
Operasi pasar murah di pelataran Eme Neme Yauware, Sabtu (7/10/2023). Foto: Eka/ Papua60detik
Operasi pasar murah di pelataran Eme Neme Yauware, Sabtu (7/10/2023). Foto: Eka/ Papua60detik

Papua60detik - Pemerintah Kabupaten Mimika terus menggelar operasi pasar murah berbagai komoditi dengan harga subsidi. Pemerintah menggandeng beberapa distributor lalu mensubsidi Rp5 sampai Rp10 ribu per item. 

Sabtu (7/10/2023), Dinas Ketahanan Pangan Kabupaten Mimika menggelar gerakan pangan murah atau operasi pasar murah di pelataran Gedung Eme Neme Yauware. 

Operasi ini masih akan terus dilakukan hingga akhir tahun, lokasi berpindah-pindah dari pusat sampai pinggiran kota.

Selain dari distributor sebagian komoditi langsung diambil dari petani lokal.

Namun operasi pasar murah kerap dinilai bersinggungan dengan kepentingan para pedagang sayur di pasar hingga penjual keliling karena merasa tidak dilibatkan.

Pedagang di Pasar Sentral meminta operasi pasar murah tidak difokuskan di dalam kota. Dengan harga subsidi yang tentu jauh lebih murah, warga pasti memilih ke pasar murah.

"Pasti mereka pilih belanja di sana (pasar murah) karena bawang, tomat, rica jauh sekali harganya dengan kita yang jual di sini," ungkap Pedagang sayur Rani.

Rani mengaku kadang mengambil sayur langsung dari petani, namun tidak mungkin mensubsidi seperti yang dilakukan pemerintah. 

Cabai rawit contohnya, dia ambil dari petani dengan harga Rp85 ribu lalu dijual dengan harga Rp95 hingga 100 ribu. Harganya jauh lebih mahal dibandingkan dengan pasar murah yang hanya Rp60 ribu per kilogram meski sama-sama mengambil dari petani dengan harga sama. 

Pedagang sayur keliling juga mengeluhkan adanya pasar murah, hal itu membuat dagangan dia tidak laku dan terpaksa harus pulang lebih cepat dari biasanya. 

"Dari pagi keliling muter tapi ini masih utuh semua dagangan, kebetulan saya berjualan di area kota, sepi ini mungkin juga karena pasar murah atau gimana saya gak tahu," katanya. 

Ditanya soal dagangan yang masih utuh mau dikemanakan, dia menjawab dengan pasrah bahwa terpaksa dia buang karena sudah tidak layak atau tidak bisa dijual kembali. 

"Ini kangkung, bayam juga kan ya dibuang, sudah layu begini, terus ini bumbu-bumbu juga masih banyak tapi kan masih bisa dijual," ungkapnya. 

Pemerintah percaya, operasi pasar murah mampu mengendalikan laju inflasi atau stabilisasi harga yang kian naik. 

"Ini menyangkut daya beli masyarakat kalau harga barang naik daya beli menurun, memang ada beberapa hal yang menyebabkan inflasi dengan beberapa komoditi yang naik itu juga berkaitan dengan ekspedisi," kata Pj Sekda Mimika Robert Mayaut usai membuka pasar murah. 

Kata dia, ada poin-poin tertentu yang menjadi catatan untuk dibahas secara interen bersama pihak yang berkepentingan dengan harapan dapat menekan harga pangan agar tidak terjadi kenaikan secara drastis. 

"Karena secara nasional memang inflasi naik. Harapan kita harga-harga itu bisa kita tekan supaya jangan naik dengan drastis," katanya. 

"Kita nanti juga masuk ke kantong-kantong OAP seperti di Kwamki Narama, Pomako dan juga daerah SP," jelasnya. 

Kata Robert, di APBD Perubahan telah menambah anggaran kepada dinas yang membidangi rumpun ekonomi. 

"Untuk kita sama-sama menekan inflasi, jangan sampai naik drastis karena itu akan memberatkan masyarakat," pungkasnya. (Eka)