Peringati 24 Tahun Otsus, Masyarakat Minta Komoditi Lokal Hanya Dijual OAP
Papua60detik - Sejumlah mahasiswa, pelajar dan masuarakat yang berunjuk rasa di kantor DPRK Mimika menilai otsus telah gagal mensejahterakan masyarakat Papua.
Masyarakat tak sepenuhnya menikmati bentuk otonomi khusus yang diberikan oleh negara selama 24 tahun ini.
Baca Juga: Alex Omaleng Tutup Usia
Sejak pagi mereka yang tergabung dalam solidaritas mahasiswa dan masyarakat Papua telah menduduki kantor DPRK Mimika.
Kritikan dan tuntutan mereka luapkan dalam orasi, perjuangan mama-mama Papua menunjukkan kegagalan nyata otonomi khusus di Bumi Cenderawasih ini.
Mereka long march sambil membawa pangan lokal dipikul di atas kepala, spanduk bertuliskan selamatkan komoditi lokal turut mewarnai aksi itu, bahkan dengan lantang mereka melontarkan gagalnya otsus banyak rakyat yang tergerus.
Mereka meminta komoditas lokal hanya boleh dijual oleh masyarakat Papua. Pinang salah satunya yang menjadi tuntutan mereka. Mama-mama hanya ingin tidak ada lagi pendatang menjual pinang.
Katanya, yang menjadi pemicu salah satu di Pasar Lama banyak pendatang menjual pinang dengan lapak besar. Itu berpotensi menggusur orang asli yang sama-sama berjualan pinang.
Ketua DPRK Mimika Natikapereyauw, anggota DPRK Mimika Iwan Anwar, Andhika Thie, Elinus B Mom, Yan Pieterson Laly turut hadir di tengah-tengah mereka.
Para dewan berjanji memperjuangkan aspirasi mereka dan akan mencari solusi untuk masyarakat asli. (Eka)