Reses di Jita, Simson Gujangge Janji Perjuangkan Pendidikan dan Rumah Layak Huni
Papua60detik – Anggota DPRK Mimika, Simson Gujangge, melaksanakan Reses Tahap III di Distrik Jita, Sabtu (14/12/2025). Reses tersebut dimanfaatkan untuk menyerap langsung aspirasi masyarakat di salah satu distrik terjauh di Kabupaten Mimika.
Dalam pertemuan bersama warga, Simson menyampaikan apresiasi atas kepercayaan masyarakat Distrik Jita yang telah mengantarkannya duduk sebagai wakil rakyat di DPRK Mimika.
“Saya ucapkan terima kasih kepada masyarakat yang telah mempercayakan saya. Saya datang langsung ke Jita untuk melihat dan mendengar kondisi masyarakat,” ujar Simson.
Selain dialog bersama warga, Simson juga meninjau dua gereja di Distrik Jita untuk melihat kesiapan jemaat dalam menyambut Hari Raya Natal, sekaligus mencatat berbagai kebutuhan yang masih perlu mendapat perhatian.
Sejumlah aspirasi disampaikan masyarakat, salah satunya terkait rumah layak huni. warga Kampung Sempan Timur, Frans Jita, menyampaikan bahwa hingga kini kondisi perumahan di sekitar 10 kampung di Distrik Jita belum mengalami perubahan signifikan.
“Dari dulu sampai sekarang, walaupun pejabat berganti, kondisi kampung kami masih seperti ini. Kami sangat butuh rumah layak huni,” ungkap Frans.
Masyarakat juga mengusulkan pembangunan asrama pelajar bagi anak-anak Distrik Jita yang menempuh pendidikan di Kota Timika. Menurut warga, keterbatasan tempat tinggal dan biaya hidup menjadi penyebab banyak pelajar terpaksa kembali ke kampung.
Hal senada disampaikan Paulus Namea dari Kampung Kenmapri. Ia menekankan pentingnya pemekaran kampung serta perhatian serius terhadap persoalan pendidikan, khususnya kebutuhan tempat tinggal bagi pelajar yang sekolah di dalam maupun luar daerah.
“Banyak anak-anak kami kembali ke kampung karena tidak ada biaya untuk tempat tinggal dan makan minum,” katanya.
Selain itu, warga juga meminta perhatian terhadap Gereja Katolik di Distrik Jita yang masih memiliki keterbatasan sarana dan prasarana. Aspirasi lain yang disampaikan adalah kondisi jembatan penghubung antar kampung yang dinilai sudah lapuk dan membahayakan keselamatan warga.
“Jembatan sudah tua dan rawan roboh. Kami minta dibangunkan jembatan beton karena masyarakat menyebrang dengan sangat hati-hati,” ujar warga.
Menanggapi aspirasi tersebut, Simson Gujangge menegaskan komitmennya untuk memperjuangkan seluruh usulan masyarakat Distrik Jita, dengan pendidikan sebagai prioritas utama.
“Semua usulan ini akan kami perjuangkan. Saya ini anak Jita yang duduk di dewan, dan pendidikan menjadi prioritas,” tegas Simson. (Faris)