Satgas Damai Cartenz Sebut Tembak Mati Satu Anggota KKB di Oksibil
Ricky Sasaka (dilingkari merah), anggota KKB yang disebut telah ditembak mati di Oksibil. Foto: Istimewa
Ricky Sasaka (dilingkari merah), anggota KKB yang disebut telah ditembak mati di Oksibil. Foto: Istimewa

Papua60detik - Satgas Damai Cartenz menyebut telah menembak mati seorang anggota KKB pimpinan Ananias Ati Mimin di Oksibil, Pegunungan Bintang pada Kamis (21/9/2023).


Kasatgas Humas Operasi Damai Cartenz AKBP Bayu Suseno mengatakan, sejumlah KKB dilumpuhkan saat melakukan penembakan terhadap pesawat sipil yang melintas.


“Tim sniper kami berhasil menembak mati salah satu KKB, yang kami tembak dari jarak 800 meter saat mereka melakukan penembakan terhadap pesawat yang melintas di ketinggian Oksibil. Terlihat dari teropong kami bahwa beberapa KKB terluka akibat tembakan dari tim sniper kami.” jelas Bayu. 

Sayangnya kata Bayu, jenazah korban dan senjata anggota KKB tersebut berhasil dibawa lari oleh kawan-kawannya masuk ke dalam hutan saat pasukan Satgas Damai Cartenz melakukan pengejaran dan penyisiran.

Tapi menurutnya, sumber terpercaya aparat telah membenarkan tewasnya satu orang anggota KKB tersebut. Katanya, tertembak di bagian tangan dan dada tembus ke belakang.

“Nama yang ditembak aparat itu Ricky Sasaka, info terakhir sudah mati. Ini adalah informasi yang kami peroleh dari sumber kami di lapangan.” kata Bayu.

Situasi keamanan di Oksibil Pegunungan Bintang berangsur pulih pasca penyerangan dan pembakaran kios oleh KKB kelompok Ananias Ati Mimin pada Senin (18/9/2023) lalu.

Sejumlah pasukan telah didatangkan untuk menambah kekuatan pasukan gabungan TNI-Polri di wilayah itu.

Kaops Damai Cartenz Kombes Pol Faizal Ramadhani mengatakan, operasi pengejaran dan penegakan hukum terhadap KKB kelompok Ananias Ati Mimin di Pegunungan Bintang akan dilakukan secara intensif dan berkesinambungan. 

“Kami sudah identifikasi kantong-kantong mereka. Mudah-mudahan dalam waktu dekat dapat kita sisir. Satgas Operasi Damai Cartenz tetap lakukan operasi gabungan untuk menangkap dan menegakkan hukum terhadap KKB maupun simpatisannya," pungkas Faizal. (Burhan)