Soroti Kondisi Pasar Mapurujaya, Rampeani: Tidak Ada Kontrol, Terkesan Tutup Mata
Papua60detik – Anggota DPR Kabupaten (DPRK) Mimika, Rampeani Rachman, dari Partai Perindo, menyoroti kondisi Pasar Mapurujaya di Distrik Mimika Timur yang kini tanpa aktivitas jual beli selayaknya pasar.
"Ini tidak ada kontrol, tidak ada pengawasan dari pihak terkait, Disperindag terkesan tutup mata," ujar Rampeani saat ditemui di kantor DPR Mimika (11/2/2025).
Ia menekankan bahwa pembangunan pasar tersebut sudah menghabiskan banyak anggaran negara. Seharusnya bisa dimanfaatkan secara maksimal oleh warga setempat.
"Haruskah bangunan ini dibiarkan mubazir? Banyak uang negara yang sudah dipakai. Tujuan pemerintah bagus untuk masyarakat, tetapi sampai saat ini semua pihak bisa melihat sendiri kondisinya. Kepala distrik silih berganti, tetapi tidak ada yang peduli," tegasnya.
Rampeani meminta ke depan, bupati definitif Mimika menempatkan pejabat distrik yang benar-benar peduli dan memiliki tanggung jawab atas wilayah yang dipimpinnya.
"Saya minta tolong nanti bupati definitif menempatkan pejabat distrik, khususnya di Distrik Mimika Timur, yang peduli dan benar-benar memiliki tanggung jawab. Jangan hanya berkantor lalu pulang, tetapi harus tinggal dan merasakan kondisi masyarakat setempat," lanjutnya.
Ia juga mengajak semua pihak, termasuk legislatif, untuk melakukan evaluasi agar kebijakan yang dibuat pemerintah daerah benar-benar memberikan manfaat bagi masyarakat.
"Sebelum pemerintah daerah membuat perencanaan, mereka seharusnya sudah tahu asas manfaatnya. Kurangnya kontrol dari legislatif juga menjadi catatan. Saya mengajak semua pihak untuk evaluasi, apa yang harus kita lakukan hari ini agar ke depan ada perubahan nyata untuk kepentingan masyarakat," pungkasnya.
Tahun lalu Dinas Perindustrian dan Perdagangan Mimika datangkan pedagang-pedagang dari Pasar Sentral berjualan di bangunan pasar Mapurujaya setiap hari Kamis.
Langkah itu sebagai upaya menghidupkan kembali Pasar Mapurujaya yang selama ini tidak difungsikan. Disperindag memfasilitasi para pedagang dengan kendaraan operasional, untuk dipakai naik turun berjualan mengingat jarak Kota Timika dan Mapurujaya cukup jauh. (Faris)