SPJ Desak Negara Segera Tarik Militer dari Distrik Jila, Masyarakat Trauma
Papua60detik - Solidaritas Peduli Jila (SPJ) berunjuk rasa di kantor DPRK Mimika, Rabu (17/12/2025). Mereka mendesak pemerintah segera menarik militer non organik dari Distrik Jila.
Ribuan warga Jila meninggalkan kampung dan mengungsi karena ketakutan akan konflik bersenjata. SPJ meminta anggota DPRK Mimika segera membentuk Pansus kemanusiaan.
Koordinator unjuk rasa, Melianus Alom menegaskan, masyarakat Jila bukan musuh negera dan teroris.
"Komnas HAM harus datang ke Jila, masyarakat Jila ingin rayakan Natal dengan damai. Kami bukan musuh negara, kami bukan teroris. Segera tarik militer dari Distrik Jila," ujarnya dalam orasi di hadapan anggota dewan.
Situasi di Jila saat ini menurutnya menyebabkan trauma bagi masyarakat. Menjelang Natal, masyarakat terus dihantui moncong senjata dan pasukan loreng.
Anggota DPRK Fraksi Partai Gerindra Dolfin Beanal mengatakan, persoalan di Jila harus diselesaikan dengan pendekatan kemanusiaan, bukan senjata. Pendekatan senjata hanya akan menimbulkan memori kolektif warga dan persoalan tidak akan selesai.
"Saya minta TNI-Polri harus membangun pendekatan, bukan tembak-menembak. Saya sebagai kader Gerindra menangis melihat apa yang terjadi di tengah masyarakat saya," katanya.
SPJ juga meminta aparat segera mencabut pemetaan zona merah di seluruh wilayah adat Amungsa dari Jigimugi sampai Jelamatagal. (Eka)