Tiga Fraksi Soroti Dampak Miras Saat Paripurna APBD Perubahan 2023
Forkopimda Mimika. Foto: Eka/Papua60detik
Forkopimda Mimika. Foto: Eka/Papua60detik

Papua60detik - Rapat paripurna II masa sidang III tentang pandangan umum fraksi terhadap rancangan APBD Perubahan Kabupaten Mimika, Sabtu (30/9/2023), jadi corong sejumlah Fraksi DPRD menyoroti minuman beralkohol yang belakangan ini mengakibatkan marak terjadi kecelakaan lalu lintas. 

Adapun fraksi tersebut yakni Fraksi Golkar, Fraksi Demokrat dan Fraksi Persatuan Indonesia.

Mariunus Tandiseno dari Fraksi Golkar mendesak pemerintah dan aparat keamanan memberikan perhatian khusus pada dampak miras 

Sementara Fraksi Demokrat oleh Marthinus Walilo menyampaikan tujuh catatan kepada pemerintah atas pidato pengantar nota keuangan APBD Perubahan 2023.

Pada poin ketujuh Fraksi Demokrat memberi apresiasi kepada pemerintah atas usaha peningkatan Penerimaan Asli Daerah (PAD) dari tahun 2022, namun  sisi lain tidak sebanding dengan maraknya penjualan miras yang mengakibatkan angka kasus kriminal, kecelakaan lalulintas dan kekerasan-kekerasan yang meresahkan di tengah masyarakat. 

"Kami banyak mendapatkan masukan dari pihak gereja, lembaga adat, LSM, dan kelompok masyarakat untuk pemerintah daerah dapat melihat masalah miras dengan merivisi kembali Perda nomor 5 tahun 2007 tentang larangan memasukkan, menjual, mengedarkan dan mengonsumsi miras beralkohol di kabupaten Mimika," paparnya. 

Aloysius Paerong dari Fraksi Persatuan Indonesia mengingatkan salah satu visi misi Bupati Mimika adalah Mimika Aman, termasuk aman berkendara. Namun akhir-akhir ini sering terdengar kabar kecelakaan lalulintas yang menelan korban di kalangan usia produktif. 

" Berdasarkan hasil investigasi serta fakta- fakta di lapangan kebanyakan dari kecelakaan diakibatkan oleh pengaruh miras. Kami dari fraksi Perindo meminta kepada Bupati dan kepada semua pemangku kepentingan, khususnya para pimpinan Forum Komunikasi Pimpinan Daerah untuk duduk bersama membicarakan akar persoalan dari penyebab kecelakaan yang sudah terjadi, apakah kita akan membiarkan kejadian serupa terjadi tanpa harus memutus penyebab masalah dari kecelakaan yang telah merenggut nyawa anak- anak kita," tegas Lois. (Eka)