Usai Rolling, Eltinus Jadwalkan Seleksi Ulang & Uji Kompetensi Pejabat
Bupati Mimika Eltinus Omaleng membacakan SK pelantikan pejabat di Pendopo Rumah Negara, Senin (2/10/2023). Foto: Faris/ Papua60detik
Bupati Mimika Eltinus Omaleng membacakan SK pelantikan pejabat di Pendopo Rumah Negara, Senin (2/10/2023). Foto: Faris/ Papua60detik

Papua60detik - Setelah dua kali merolling pejabat dalam tempo terbilang singkat, Bupati Mimika Eltinus Omaleng mengaku akan segera melakukan seleksi dan uji kompetensi pejabat.

Eltinus mengakui, dalam menentukan pejabat eselon II sebelumnya, ia tidak mengikuti prosedur. Namun, berikutnya ia akan menempatkan pejabat sesuai prosedur seleksi dan uji kompetensi berdasarkan rekomendasi dari Komisi Aparatur Sipil Negara (KASN).

"Contohnya ibu Ida, Nia (Jania), Jeny, pak Marthen dan Yumte serta 17 pejabat lain yang dilantik hari ini itu dulu diganti tidak sesuai prosedur. Jadi kita kembalikan dulu semua (hari ini pelantikan) kemudian dilakukan seleksi ulang lagi, contoh ibu Nia bisa seleksi ulang di keuangan (BPKAD)," katanya, Senin (2/10/2023).

Dalam satu-dua hari ke depan, katanya ia akan menyurat ke KASN. Dilanjutkan seleksi dan tes kompetensi lalu pelantikan.

Seleksi terbuka dibuka bagi eselon III dan IV. Sementara uji kompetensi kinerja bagi pejabat eselon II.

"Tidak terkecuali, jangan ada yang bilang saya kepala dinas punya pak bupati, saya ini. Tidak. Kami akan seleksi mana-mana (jabatan) yang uji kompetensi dan mana-mana yang ikut seleksi," ujarnya.

Khusus seleksi jabatan, akan dibuka secara umum bagi pejabat di lingkup pemerintahan Kabupaten Mimika yang berminat, merasa mampu, dan pangkat jabatan memenuhi kriteria. Sementara uji kompetensi dikhususkan kepada eselon II. 

"Jadi yang dari bawah itu bisa naik, Kalau kita hanya putar-putar keseluruhan ribut sana-sini, bagaimana mau yang dari bawah kita naik ke atas? Siapa yang pangkat memenuhi silakan (ikut) seleksi," pesan Bupati.

Mengingat APBD Perubahan Mimika mencapai Rp7.2 triliun. Bupati mengatakan, perlu berhati-hati menempatkan pejabat pengguna anggaran.

"Eselon II ini saya taruhnya sembrangan aja dulu, jadi tidak ikut sesuai program, bidang yang ada. Anggaran kita Rp7.2 triliun sekarang dan itu tidak main-main, sehingga kalau penyerapannya tidak jelas, maka orangnya itu tidak mampu dan dia harus mundur sendiri, dia harus mengakui tidak mampu, bukan kita yang mundurkan," tutupnya. (Faris)