'Anak Karton" Masih Marak, Pemda Diminta Segera Lakukan Penertiban
Papua60detik - Tokoh pemuda Kamoro Leonardus Tumuka turut menyoroti isu yang berkembang di masyarakat saat ini. Salah satunya adalah masalah anak karton yang belum terselesaikan.
Kata ia, anak-anak yang selalu membawa karton dan menaruhnya di kendaraan berharap mendapat imbalan uang.
"Kita lihat di sini, mereka sekolahkah tidak? Mereka bilang mereka sekolah. Tetapi sekolah di mana juga, kan, belum jelas. Sebenarnya ada orang tua di belakang yang memanfaatkan anak-anak ini," ujar Leo, Sabtu (25/5/2024).
Menurutnya pemerintah harus segera menertibkan anak-anak ini, termasuk ortuanya juga harus diedukasi. Karena bisa dilihat anak-anak mungkin terpaksa menjalankan peran ini, karena desakan ekonomi atau dimanfaatkan.
"Pemerintah harus bisa memastikan bersama dengan dinas-dinas terkait itu aktif dalam menjalankan tugas dan tanggungjawabnya. Tutup karton ini hanya kamuflase saja. Sebenarnya ini termasuk mengemis dan meminta-minta. Hanya caranya saja yang berbeda," tambahnya.
Leo menyebut, di lokasi tempat anak-anak menjalankan aksinya tentu cukup mengganggu. Karena tidak ada orang yang membutuhkan karton di situ. Bahkan malam pun ditutup, itu artinya bahwa anak-anak mau kasih tanda bahwa mereka ada di situ.
"Jadi kalau ada orang parkir di situ, lalu anak-anak akan tutup motor tersebut dengan karton. Itu sama artinya dengan, 'tolong kasih kami uang, kami ada di sini' berarti sama dengan meminta-minta, kan?, '' imbuhnya.
Ia pun minta pemerintah melalui Dinas Sosial untuk segera mengambil langkah-langkah.
''Selain itu perlu diberikan edukasi orang tua yang ada di belakang anak-anak tersebut. DPRD yang terpilih juga harus bisa tertibkan masalah ini. Terutama memperhatikan sekolah anak-anak karton karena mereka berhak sekolah. Namanya Perwakilan Rakyat, bicara tentang kepentingan rakyat, kepentingan masyarakat. Jadilah corong, karena tidak semua orang bisa duduk di situ, porsinya terbatas. Sehingga mereka yang akan duduk di sana dan yang akan dilantik supaya benar-benar berbicara soal kepentingan masyarakat,'' ujarnya. (Martha)