Bakal Berdiri Universitas Doberai di Papua Barat Daya
Papua60detik - Pemerintah Provinsi Papua Barat Daya mendukung pendirian Universitas Doberai yang diinisiasi Yayasan Tiga Generasi Baru sebagai upaya memperluas akses pendidikan tinggi sekaligus meningkatkan kualitas sumber daya manusia (SDM) di wilayah itu.
Penjabat Sekretaris Daerah Papua Barat Daya, Yakob Kareth mengatakan pemerintah daerah menyambut baik rencana pendirian Universitas Doberai karena pendidikan menjadi salah satu instrumen penting dalam meningkatkan kualitas SDM Papua.
"Rencana pendirian Universitas Doberai di wilayah Kepala Burung Papua Barat Daya, tentu menjadi niat baik untuk menghadirkan perguruan tinggi demi kemajuan pendidikan di Papua pasti kami dukung," katanya, Sabtu (4/7/2026) seperti dilansir ANTARA.
Ia menjelaskan secara normatif pemerintah pusat masih memberlakukan moratorium pendirian perguruan tinggi akademik di Indonesia. Namun kebijakan tersebut memberikan pengecualian bagi wilayah Papua sehingga peluang mendirikan universitas baru masih terbuka.
"Rencana kehadiran Universitas Doberai diharapkan mampu meningkatkan kualitas SDM, khususnya orang asli Papua, sekaligus memperluas kesempatan masyarakat memperoleh pendidikan tinggi tanpa harus melanjutkan studi ke luar daerah," harapnya.
Ia menambahkan pemerintah juga berharap berbagai bentuk dukungan, baik dari pemerintah maupun pemangku kepentingan lainnya, dapat mempercepat proses pendirian universitas tersebut.
"Dukungan pemerintah daerah tentunya dari sisi regulasi, kemudian lahan dan tentunya juga anggaran," katanya.
Ketua Yayasan Tiga Generasi Baru Eduard Yumame mengatakan gagasan mendirikan Universitas Doberai berawal dari hasil pengamatan terhadap perkembangan pendidikan tinggi di Kota Sorong.
Menurutnya, sejumlah perguruan tinggi di wilayah tersebut umumnya menawarkan program studi yang hampir sama dengan perguruan tinggi lain di Papua maupun Indonesia sehingga diperlukan kampus baru yang memiliki keunggulan berbeda.
"Kami melihat perlu ada perguruan tinggi yang menawarkan program studi yang lebih sesuai dengan kebutuhan masa depan untuk bersaing di bidang teknologi informasi dan sektor-sektor strategis lainnya," kata Eduard.
Katanya, sebagian besar dokumen persyaratan telah disiapkan. Saat ini yayasan masih melengkapi sejumlah dokumen yang menjadi persyaratan administrasi.
"Kalau seluruh persyaratan selesai sesuai target, kami berharap pada 202o7 Universitas Doberai sudah dapat menerima mahasiswa baru angkatan pertama," ujarnya.
Sementara itu, Koordinator Tim Penyusun Dokumen Pendirian Universitas Doberai, Inge Gunawan mengatakan tahapan awal yang telah dilakukan adalah riset kebutuhan pasar untuk mengidentifikasi program studi yang paling dibutuhkan masyarakat dan dunia kerja di Papua Barat Daya.
"Hasil kajian tersebut kemudian menjadi dasar dalam penyusunan program studi yang akan dibuka pada Universitas Doberai," katanya.
Menurutnya, sesuai ketentuan pemerintah, pendirian universitas baru harus disertai pembukaan minimal lima program studi, terdiri atas tiga program studi bidang sains dan dua program studi bidang sosial.
Selain itu, persyaratan ketersediaan dosen tetap yang memenuhi kualifikasi akademik. Setiap program studi sedikitnya harus didukung lima dosen tetap dengan latar belakang pendidikan yang linier, minimal berpendidikan magister dan diutamakan doktor.
"Dengan lima program studi berarti sedikitnya dibutuhkan 25 dosen tetap yang memenuhi seluruh persyaratan, termasuk tidak berstatus aparatur sipil negara dan tidak terdaftar sebagai dosen tetap di perguruan tinggi lain," ujarnya.
Ia optimistis seluruh persyaratan dapat dipenuhi hingga akhir 2026 sehingga proses visitasi oleh Kementerian Pendidikan Tinggi dapat dilaksanakan dan izin operasional Universitas Doberai diterbitkan pada awal 2027. (Redaksi)