Bandara Ipdeheik, TKP Pembunuhan Pilot AS Kini Dijaga TNI
Pangkogabwilhan III Letjen TNI Lucky Avianto memimpin evakuasi puing-puing pesawat milik PT AMA yang dibakar oleh anggota TPNPB-OPM di Bandara Ipdeheik, Kampung  Balinggama, Distrik Sobham, Kabupaten Yahukimo. (ANTARA/HO- Kogabwilhan III)
Pangkogabwilhan III Letjen TNI Lucky Avianto memimpin evakuasi puing-puing pesawat milik PT AMA yang dibakar oleh anggota TPNPB-OPM di Bandara Ipdeheik, Kampung Balinggama, Distrik Sobham, Kabupaten Yahukimo. (ANTARA/HO- Kogabwilhan III)

Papua60detik - Komando Gabungan Wilayah Pertahanan (Kogabwilhan) III telah menempatkan personel TNI untuk mengamankan Bandara Ipdeheik, Kampung Balinggama, Distrik Sobaham, Kabupaten Yahukimo, Papua Pegunungan. 

Seperti diketahui, Lapter Balinggama merupakan TKP pembakaran pesawat AMA dan pembunuhan pilot berkebangsaan Amerika Serikat (AS), Nicholas F. Goselin yang terjadi pada 2 Juli lalu.

Pangkogabwilhan III Letjen TNI Lucky Avianto  mengatakan penempatan personel TNI dari Paskhas TNI AU itu agar pesawat dapat kembali beroperasi melayani masyarakat.

Katanya, aktivitas penerbangan ke wilayah itu dapat kembali dilakukan.

"Saya tadi sudah terbang dan mengecek ke lapangan," kata Letjen TNI Lucky Avianto di Jayapura, Sabtu (18/7/2026) seperti dilansir ANTARA.

Selain menempatkan personel TNI, pihaknya juga sudah membersihkan puing-puing pesawat milik AMA yang sebelumnya dibakar oleh Kelompok Bersenjata.

Lucky menjelaskan puing-puing pesawat yang awalnya berada di lapangan terbang kini dipinggirkan sehingga tidak menghalangi aktivitas penerbangan.

"Puing pesawat naas itu dipinggirkan ke tempat yang aman agar tidak menutupi landasan sehingga pesawat bisa segera beroperasi untuk kembali melayani masyarakat," kata Lucky.

Dia mengatakan, evakuasi dan pembersihan sisa pesawat dipercepat agar jalur transportasi satu-satunya dari dan ke Balinggama kembali normal.

"Puing-puing pesawat ini adalah saksi bisu kekejaman OPM, dan menjadi bukti sekaligus fakta bahwasanya OPM adalah musuh bersama, bukan hanya bagi Indonesia namun juga bagi seluruh umat beragama serta dunia internasional," ujarnya. (Redaksi)