Banyak Masalah, Lapas Timika Janjikan Normalisasi dan Pembenahan
Papua60detik - Lembaga Pemasyarakatan Kelas II Timika berencana akan merombak atau melakukan normalisasi dan pembenahan terhadap internal pegawai maupun terhadap warga binaan alias narapidana.
Hal itu dilakukan akibat dari banyaknya permasalahan yang terjadi belakangan ini, seperti yang terbaru, kekerasan petugas Lapas terhadap warga binaan.
Plt Kepala Seksi Bimbingan Narapidana/Anak Didik (Binadik) Lapas Kelas II B Timika Yopie Febri Romhadi mengatakan pihaknya ditunjuk dari Kantor Wilayah Kemenkumham Papua untuk melakukan pembenahan di Lapas Kelas II B Timika.
"Kami sudah bentuk tim normalisasi dan pemulihan. Pasca kejadian kemarin, kita tiga orang dari Kantor Wilayah akan melakukan normalisasi dan pemulihan," ujar Yopie, Kamis (6/6/2024).
Langkah di minggu pertama telah dilakukan dengan apel fisik warga binaan, selanjutnya akan ada langkah strategis yang terus dilakukan. Salah satunya pembenahan internal pegawai Lapas.
Diakui selama ini banyak kegiatan internal yang meliputi kedisiplinan pegawai tidak berjalan maksimal.
"Selama ini kegiatan pembinaan di Lapas ini tidak berjalan, untuk administratif juga belum berjalan dengan baik. Di tahap awal kita fokus pembenahan internal dahulu. Kedisiplinan, apel pagi yang selama ini tidak dilakukan," lanjut dia.
Katanya, selain pembenahan internal juga akan dilakukan koordinasi dengan beberapa OPD Mimika terkait dengan pembinaan narapidana, seperti Dinas Tenaga Kerja dan Lingkungan Hidup.
Nantinya akan dibuat pemberdayaan seperti membuat pupuk kompos dan juga budidaya lele, untuk warga binaan perempuan akan diajarkan rias kecantikan dan pembuatan kue.
"Itu langkah-langkah yang coba kita ambil sambil menunggu pejabat definitif yang ditunjuk dari pusat," jelas Yopie.
"Kami dari kantor wilayah dengan waktu yang terbatas ini untuk melakukan pembenahan dan normalisasi Lapas Timika," ujar dia.
Ke depan ia berharap tidak lagi terjadi perlakuan seperti sebelumnya. Kata Yopie telah dilakukan briefing dan peringatan jika masih ada atau ditemukan warga binaan yang mengalami tindakan kekerasan maka akan ditindak tegas.
" Ke depan tidak boleh lagi ada tindakan kekerasan terhadap warga binaan," katanya. (Eka)