Disnakeswan Periksa Antemortem Hewan Kurban Jelang Idul Adha
Papua60detik - Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan (Disnakeswan) Mimika, melakukan pemeriksaan antemortem terhadap hewan ternak yang akan dikurbankan pada perayaan Idul Adha 1445 H/2024 M.
Kepala Disnakeswan Mimika, drh Sabelina Fitriyani mengatakan, pemeriksaan antemortem dilakukan di dua tempat yang sudah biasa menyediakan hewan ternak untuk dikurbankan. Keduanya yakni peternakan sapi Pak Sawen 67 sapi dan Peternakan Sapi Wilhelmus Waramuri 36 sapi. Total sapi yang dinyatakan layak dipotong pada Idul Adha adalah 103 ekor.
"Ini adalah sisa dari tahun lalu. Tapi ada nanti di beberapa SP juga. Sebab, untuk tahun ini kita tidak masukkan dari luar karena adanya surat larangan dari Provinsi Papua Tengah terkait ada beberapa daerah yang endemis penyakit brucellosis," kata drh Sabelina kepada wartawan disela-sela pemeriksaan, Kamis (06/06/2024).
Pemeriksaan yang dilakukan terhadap sapi mulai dari mata, hidung, mulut, telinga karena itu menjadi salah satu persyaratan hewan kurban. Apalagi dengan adanya wabah Penyakit Mulut dan Kuku (PMK).
"Tetapi tadi kita lihat semua dalam keadaan sehat. Semua sapi layak kurban," tambahnya.
Katanya, setelah dinyatakan sehat maka pihaknya akan mengeluarkan surat keterangan kesehatan hewan. Guna meyakinkan bahwa hewan tersebut betul-betul sehat dan layak untuk dikurbankan.
"Jadi kami berharap setiap orang yang mau berkurban atau mau membeli hewan kurban bisa menanyakan surat keterangan kesehatan hewan yang dikeluarkan oleh Dinkeswan, sehingga yakin bahwa sapi itu betul-betul layak sebagai hewan kurban," pesannya.
Pada pemeriksaan antemortem ini, Disnakeswan Mimika didampingi Majelis Ulama Indonesia (MUI). Hal ini bertujuan untuk memastikan kehalalan hewan kurban tersebut.
Ketua MUI Mimika, Muhammad Amin mengatakan, dari tahun ke tahun ada perbaikan dari Dinas karena langsung terjun ke lapangan untuk lakukan pemeriksaan. Dan pihaknya tinggal membenarkan sesuai tuntunan agama
"Tahun ini bagus cuma sedikit mahal karena stoknya terbatas. Akan tetapi, bukan berarti terbatasnya sapi menghalangi orang untuk berkurban. Karena sampai saat ini di SP masih tersedia sapi," katanya. (Martha)