Ditodong Senjata, Pengurus HAPAK Lapor Pengawal Kadis Pendidikan ke Subden POM
Papua60detik - Honai Adat Pengusaha Amungme Kamoro (HAPAK) melaporkan pemgawal Kadis Pendidikan Mimika ke Subden POM. Pelaku dilaporkan atas dugaan tindakan penodongan senjata kepada pengurus HAPAK.
Ketua HAPAK Oteanus Hagabal menerangkan kejadian berawal saat pihaknya yang terdiri dari empat orang; Dolfin Beanal, Araminus Omaleng, Viktor Stenawatme, dan Oteanus Hagabal sendiri, hendak bertemu Kepala Dinas Pendidikan Jeni O Usmani pada Selasa siang namun tidak digubris hingga berujung adu mulut.
“Kami datang ke sana untuk bertemu dengan baik, ibu kepala dinas juga ada, tapi kami menunggu hampir berjam-jam tidak bisa bertemu dengan beliau,” ujar Hagabal pada konferensi pers di Sekretariat HAPAK, Selasa (30/04/2024).
Dia menjelaskan, yang membuatnya tidak puas, meski sudah menunggu di lantai dua berjam-jam namun Jeni Usmani keluar ruangan tanpa sedikit pun merespon mereka. Kedatangan mereka hari ini adalah yang ketiga kalinya.
Anggota HAPAK ikut Kadis Pendidikan turun ke lantai satu dan terjadilah adu mulut antara Jeni dan pengurus HAPAK. Perdebatan berlanjut hingga di halaman kantor Dinas Pendidikan.
Setelah perdebatan, kata Ote, datang pengawal Kadis Pendidikan langsung menodongkan senjata tepat di hadapan para pengurus HAPAK. Merasa ditantang, para pengurus HAPAK terlibat pertengkaran mulut hingga sang pengawal mengeluarkan tembakan peringatan ke atas sebanyak dua kali.
Selanjutnya, Jeni O Usmani menarik pengawalnya pergi meninggalkan lokasi.
Ote lantas mempertanyakan apakah seorang pejabat dan pengawlanya layak seperti itu menghadapi tamu?
“Kami datang dengan baik-baik, kami hanya berargumen mulut, tidak ada perdebatan fisik tapi kenapa sampai mengeluarkan senjata dan menodongkan kepada masyarakat seperti kami, kami merasa benar-benar terintimidasi,” katanya.
Dia menyesalkan ada oknum aparat keamanan yang seharusnya melindungi masyarakat, namun malah memicu konflik.
Sementara Viktor, selaku anggota HAPAK menyampaikan aksi yang dilakukan pengawal sudah melanggar prosedur hukum. Apalagi kejadian tersebut terjadi di instansi yang seharusnya mendidik.
“Kita ini bukan daerah konflik, kita ada dalam kota, tidak ada ancaman fisik, lalu kenapa dengan gampang mengeluarkan senjata dan mengeluarkan tembakan ini sangat brutal. Ini disaksikan semua pegawainya,” jelasnya.
Wakil Ketua HAPAK Tenius Kum secara tegas menyampaikan pihaknya menuntut pelaku diproses hukum.
“Kami bukan datang bertemu Tuhan sampai harus kaya begitu, bahkan bupati juga kalah lagi kalau kami mau ketemu,” katanya.
Dia mengatakan para kepala dinas merupakan pelayan publik sehingga jangan membuat diri berlebihan.
“Kalian pelayan publik yang melayani masyarakat, kami datang dengan baik, jadi kami minta kepada Bupati Mimika untuk kepala dinas Jeni O Usmani segera dinonjobkan, karena memiliki kelakuan yang buruk sekali, kalau tidak kantor itu kami akan palang,” ungkapnya.
Dan pihaknya meminta agar oknum anggota TNI yang merupakan ajudan dari Jeni O Usmani ditindak tegas.
“Alat negara yang harusnya melindungi masyarakat malah digunakan untuk mengancam masyarakat. Kami akan kawal agar segera ditindak tegas oknum anggota TNI yang menjadi ajudan Jeni O Usmani,” terangnya.
Selain itu Sekertaris HAPAK Araminus Omaleng sangat menyesalkan ada kepala dinas dan pengawal yang bersikap demikian. Ia meminta pimpinan daerah menindak tegasnya.
“Kami sudah menyurat, kami datang secara baik malah diperlakukan seperti itu. Mereka harusnya melayani, bukan berlagak seperti bos,” pungkasnya. (Martha)