Gedung SD Inpres Agisiga Intan Jaya Rusak Parah, Guru Minim
SD Negeri Inpres, Kampung Unabundoga, Distrik Agisiga, Kabupaten Intan Jaya telihat mengalami lapuk pada bagian samping dan depan. Foto : Wenius For Papua60detik
SD Negeri Inpres, Kampung Unabundoga, Distrik Agisiga, Kabupaten Intan Jaya telihat mengalami lapuk pada bagian samping dan depan. Foto : Wenius For Papua60detik

Papua60detik - Di tengah banjirnya dana otonomi khusus (Otsus) di Papua, SD Negeri Inpres, Kampung Unabundoga, Distrik Agisiga, Kabupaten Intan Jaya, Papua Tengah masih jauh dari layak.

Sekolah tersebut dilaporkan rusak parah, fasilitas bangku-meja, papan tulis tidak ada dan minim guru. 

"Di sini, aktivitas belajar di sekolah mati sejak 2015 hingga November 2025 kembali aktif ketika kepala sekolah baru di lantik bersama kami guru mapega dua orang," kata guru SD Inpres Agisiga, Wendius Wandikbo dalam wawancara dengan papua60detik.id via WhatsApp, Sabtu pagi (18/4/2026). 

Dua guru yang direkrut kepala sekolah katanya pun tak berstatus ASN, hanya honorer.

Lama tanpa aktivitas, pihak sekolah bersama warga membersihkan lingkungan sekolah sekaligus mendata siswa. tercatat sebanyak 115 lebih dan sementara masih dalam proses pendataan. Lima siswa yang sudah pintar menulis dan membaca akan diikutkan ujian pada Mei 2026.

"Siswa sudah mulai belajar tetapi di dalam gedung tidak ada kursi, meja, tidak ada papan tulis, tapi siswa saat belajar mereka duduk alas papan saja," ujarnya.

Oleh sebab itu, sebagai Guru asal putra Daerah meminta kepada Pemkab Intan Jaya dan Pemprov Papua Tengah untuk perhatian serius khusus gedung dan fasilitas sekolah. 

Ia mendesak Pemerintah Kabupaten Intan Jaya dan Pemprov Papua Tengah datang membawa seragam sekolah, alat tulis, buku untuk siswa.

Kepala SD Inpres Agisiga, Yan Weya mengaku Distrik Agisiga merupakan wilayah aman dari konflik bersenjata. Sebab itu ia meminta Pemkab dan Pemprov memperbaiki gedung dan melengkapi fasilitas belajar siswa.

"Di sini yang mendidik guru ada  4 orang, dua guru dari mapega sarjana, dua dari pihak sekolah rekrut mereka putra asli daerah dari Agisiga," pungkasnya. (Elia Douw)