Jelang Perdamaian, Aparat Standby di Lokasi Perang
Papua60detik - Kapolres Mimika AKBP Billyandha Hildiario Budiman memastikan aparat keamanan tetap bersiaga penuh di Distrik Kwamki Narama jelang pelaksanaan perdamaian konflik yang dijadwalkan berlangsung pada Senin, 12 Januari 2026.
Ia menegaskan, pengamanan telah dilakukan sejak tahap persiapan hingga hari pelaksanaan perdamaian. Personel disiagakan di sejumlah titik strategis, disertai patroli dialogis serta penempatan anggota di pos-pos pengamanan yang telah ditentukan.
“Kami tetap menyiagakan personel sampai hari H. Patroli dialogis terus dilakukan, dan anggota kami tempatkan di pos-pos pengamanan yang ada,” ujar Kapolres.
Ia mengimbau masyarakat tidak membawa senjata tajam maupun alat perang lainnya ke wilayah Kwamki Narama. Jika masih ada yang memilikinya, Kapolres meminta agar segera diserahkan kepada aparat keamanan demi menjaga situasi tetap aman dan kondusif.
“Kami harap masyarakat tidak membawa sajam, panah, atau alat berbahaya lainnya. Bila masih ada, silakan diserahkan kepada kami agar tidak menimbulkan gangguan kamtibmas menjelang perdamaian. Setelah itu masyarakat bisa kembali beraktivitas seperti biasa,” tegasnya.
Terkait situasi keamanan terkini, Kapolres mengungkapkan bahwa aparat telah mengamankan sekitar 30 orang dalam beberapa hari terakhir. Sebelumnya 16 orang diamankan, disusul 10 orang pada hari berikutnya, serta beberapa orang lainnya dalam proses pengamanan lanjutan.
Meski demikian, bagi masyarakat yang terlibat langsung dalam konflik perang, pihak kepolisian menerapkan kebijakan khusus berupa pembinaan, sesuai kesepakatan yang telah dibuat, tanpa proses hukum. Namun, untuk kasus pidana lain di luar konflik tersebut, Kapolres menegaskan penegakan hukum tetap dilakukan sesuai aturan yang berlaku.
“Pasukan tetap standby dengan kekuatan penuh, namun pendekatan yang kami kedepankan adalah imbauan dan dialogis agar perdamaian benar-benar terwujud dan situasi tetap aman,” pungkasnya. (Eka)