Kantor Kelurahan Dingo Narama Sudah Rusak, Hambat Pelayanan
Papua60detik - Bangunan Kantor lurah Dingo Narama yang di Jalan Elang Timika tampak sudah mengalami beberapa kerusakan.
Kantor ini dibangun pada tahun 2011. Dalam beberapa tahun terakhir kerusakan-kerusakan bangunan ini mulai menghambat urusan pelayanan ke masyarakat setiap harinya.
Kepala Kelurahan Dingo Narama, Oktavina Naa mengaku sudah tiga kali mengusulkan pembangunan kantor di Musrenbang. Namun, sampai sekarang usulannya belum juga diterima.
"Musrenbang tahun ini juga tetap saya usulkan. Kan, tidak salah juga kalau saya minta terus. Karena ini semua untuk rakyat bukan untuk pribadi. Kita sangat berharap diberikan perhatian pada usulan kita," ujar Oktavina Naa, Rabu, (03/04/2024).
Kerusakan paling parah adalah kondisi atap yang bocor. Setiap hujan turun, airnya pasti akan masuk ke ruangan mengakibatkan banjir. Oktavina Naa mengatakan setiap jam pelayanan kantor selesai, mereka harus menutupi meja dengan plastik atau baliho bekas.
"Sebelum pulang kerja, kita selamatkan dulu semua dokumen, untung ada beberapa lemari besi. Meja kita tutupi dengan tresbek. Takutnya, hujan turun pas kita sudah di rumah sehingga meja-meja yang ada berkas harus ditutupi," tambahnya.
Oktavina juga mengeluhkan kurangnya jumlah ruangan. Ada empat ruangan; untuk lurah, sekretaris lurah, disdukcapil, dan ruangan pegawai. Jumlah pegawai 18 orang tentu membutuhkan ruangan yang lebih luas.
"Ruangan untuk pegawai saya sangat kurang. Bagaimana kita bisa melayani masyarakat secara efisien sedangkan ruangan di dalam juga sudah tidak layak?" keluhnya.
Apalagi sekarang ini ada bantuan beras untuk masyarakat. Oktavina Naa mengaku tidak tahu mau disimpan di mana lagi karena ruangan sudah tidak ada. Ruangan depan jadi sempit karena berasnya terpaksa diletakkan di sana.
"Ruangan sangat kurang mendukung dan kondisinya sangat tidak layak ditambah lagi beras ini yang memenuhi ruangan. Bahkan, untuk rapat, kami adakan di luar saja karena kondisi," tambahnya.
Bukan hanya itu, satu minggu yang lalu, saat angin kencang beberapa seng terlepas dan terbawa angin. Perbaikan sementara langsung dilakukan supaya tidak menghentikan pelayanan.
Oktavina berharap kalau bisa gedung kantor lurah nantinya dibangun menjadi dua lantai supaya pelayanan berjalan lancar dan mendukung untuk program-program seperti Posyandu, Ibu-Ibu PKK, dan lainnya.
"Anggaran Pemda kan besar, masa membangun kantor lurah sekecil ini tidak bisa? Jangan terlalu membuang-buang anggaran untuk proyek-proyek yang tidak jelas. Banyak itu pihak ketiga yang salah menggunakan," pungkasnya. (Martha)