Kena Tembak di Ketiak, Anggota KKB Puncak Jaya Tewas di Tangan Satgas Damai Cartenz
Personel Satgas Operasi Damai Cartenz-2026 sektor Puncak Jaya melumpuhkan satu anggota Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB), berinisial OE. Foto: Satgas Humas Damai Cartenz 2026
Personel Satgas Operasi Damai Cartenz-2026 sektor Puncak Jaya melumpuhkan satu anggota Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB), berinisial OE. Foto: Satgas Humas Damai Cartenz 2026

Papua60detik – Personel Satgas Operasi Damai Cartenz-2026 sektor Puncak Jaya melumpuhkan satu anggota Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB), berinisial OE alias ME di Kampung Wuyukwi, Senin (20/4/2026) sekitar pukul 16.15 WIT.

Kasatgas Humas Operasi Damai Cartenz 2026, Kombes Pol Yusuf Sutejo menjelaskan bahwa penindakan ini melalui proses terukur.

Penindakan dilakukan setelah tim Satgas Ops Damai Cartenz melaksanakan pemantauan dan berhasil mengidentifikasi keberadaan target di Kampung Wuyukwi. 

Kata Yusuf Sutejo, saat proses penangkapan, pelaku berusaha melarikan diri dengan melawan petugas. Aparat melakukan tindakan tegas dan terukur sesuai prosedur yang mengakibatkan OE mengalami luka tembak di bagian ketiak sebelah kanan menembus bagian badan belakang kanan.

OE diamankan dan segera dievakuasi ke RSUD Mulia untuk mendapatkan penanganan medis, namun dinyatakan meninggal dunia pada pukul 17.30 WIT.

Terkait penindakan tersebut, Yusuf Sutejo menegaskan bahwa langkah yang diambil merupakan bagian dari penegakan hukum terhadap pelaku kekerasan bersenjata.

“Pelaku berhasil dilumpuhkan dan sempat mendapatkan penanganan medis, namun dinyatakan meninggal dunia. Penindakan ini merupakan bagian dari upaya penegakan hukum terhadap kelompok bersenjata yang mengganggu stabilitas keamanan,” jelasnya.

OE masuk dalam Daftar Pencarian Orang (DPO) berdasarkan Surat Nomor: DPO/S-34/04/IV/2024/Reskrim tertanggal 25 April 2024, terkait kasus penembakan yang mengakibatkan gugurnya personel Satgas Elang, Sertu Anumerta Ismunandar, pada 17 Maret 2024 di Kampung Kulirik, Distrik Muara.

Yusuf Sutejo menegaskan, penindakan tersebut merupakan bagian dari upaya penegakan hukum terhadap pelaku tindak pidana kekerasan bersenjata yang selama ini mengganggu stabilitas keamanan di wilayah Puncak Jaya.

Sebelumnya, pada  27 November 2024, OE pernah diamankan oleh Satgas Damai Cartenz dalam kasus yang sama, namun bersangkutan melarikan diri saat situasi di lapangan sedang fokus pada penanganan konflik perang suku di wilayah Puncak Jaya

“Memang yang bersangkutan sebelumnya pernah diamankan, namun berhasil melarikan diri saat situasi penanganan konflik berlangsung. Ke depan, kami terus memperkuat pengamanan dan prosedur agar kejadian serupa tidak terulang,” ujarnya.

Kepala Operasi Damai Cartenz-2026, Irjen Faizal Ramadhani menegaskan bahwa keberhasilan ini merupakan bentuk komitmen aparat dalam menindak tegas pelaku kejahatan bersenjata.

“Penindakan terhadap DPO ini menunjukkan keseriusan kami dalam menjaga keamanan dan memberikan perlindungan kepada masyarakat. Setiap pelaku tindak kekerasan akan kami proses secara profesional sesuai hukum yang berlaku,” ujarnya.

Wakil Kepala Operasi Damai Cartenz-2026, Kombes Pol Adarma Sinaga mengimbau masyarakat tetap tenang serta tidak mudah terpengaruh oleh informasi yang belum terverifikasi. Ia juga menekankan pentingnya peran serta masyarakat dalam menjaga situasi kamtibmas agar tetap aman dan kondusif.

“Kami mengajak seluruh masyarakat untuk tetap tenang dan terus mendukung aparat dengan memberikan informasi yang akurat. Peran serta masyarakat sangat penting dalam menjaga keamanan wilayah,” katanya.

Saat ini, Satgas Ops Damai Cartenz-2026 bersama jajaran kewilayahan terus melakukan pengembangan guna mengungkap kemungkinan keterlibatan jaringan lainnya, sekaligus memastikan situasi keamanan di wilayah Puncak Jaya tetap kondusif. (Burhan)