Marching Band SATP Juara Favorit di Jakarta Drum Corps International 2025
Papua60detik - Membanggakan, Sekolah Asrama Taruna Papua (SATP) kembali mengukir prestasi.
Kali ini Tim Marching Band Shimpony Amor dari SATP milik Yayasan Pemberdayaan Masyarakat Amungme dan Kamoro (YPMAK) selaku pengelola dana kemitraan PTFI keluar sebagai juara favorit di ajang Jakarta Drum Corps International (JDCI) Drumline Battle yang digelar di Jakarta pada Desember 2025 lalu.
JDCI merupakan salah satu kompetisi marching band dan drumband paling bergengsi di Indonesia. Pesertanya dari berbagai daerah bahkan dari luar negeri seperti Hongkong, Singapura dan Malaysia.
Kepala UPT Seni SATP, Aurelia Marshal mengaku bangga atas pencapaian para siswa. Menurutnya, dari sisi musikalitas, penampilan anak-anak SATP berada di atas rata-rata dan sudah sering tampil di berbagai kegiatan di Timika.
Proses panjang yang melibatkan waktu, latihan intensif, dan tenaga tersebut berbuah manis melalui penampilan yang memukau para penonton.
"Ini pengalaman yang luar biasa bagi anak-anak. Mereka tampil dengan sangat apik bahkan di luar ekspektasi kami, walau sehari sebelum tampil anak-anak mengalami kondisi yang tidak fit," ujar Aurelia saat diwawancarai, Rabu (14/01/2026).

Mewakili Pelatih Marching Band, Christian Gosal pun memuji penampilan siswanya. Katanya, penampilan para peserta pada kompetisi internasional tersebut luar biasa. Meski sempat diliputi rasa gugup di awal penampilan, para peserta mampu bangkit dan tampil maksimal berkat semangat serta harapan positif yang terus dijaga.
"Untuk pertama kalinya tampil di ajang internasional, saya melihat anak-anak menunjukkan performa yang sangat luar biasa. Saya bangga dengan hasil yang mereka capai. Ke depan, yang terpenting adalah bagaimana kita terus memberikan dukungan dan semangat agar mereka bisa tampil lebih baik lagi," ujar Christian.
Kepala SATP,, Sonianto Kuddi, menyampaikan apresiasi dan ucapan terima kasih kepada Yayasan Pemberdayaan Masyarakat Amungme dan Kamoro (YPMAK) serta PT Freeport Indonesia (PTFI) atas dukungan penuh pada kompetisi bergengsi tersebut.
"Ini merupakan bagian dari upaya mewujudkan visi dan misi Sekolah Asrama Taruna Papua, yakni mendidik anak-anak agar mampu berkompetisi secara global. Kegiatan ini bukan sekadar ajang perlombaan, tetapi juga menjadi bukti kehadiran Papua dalam berkarya dan berprestasi," ungkap Sonianto.
Ia menegaskan partisipasi peserta di panggung internasional adalah bukti bahwa budaya Papua yang kaya akan ritme, harmoni, dan semangat kolektif dapat berdialog dengan dunia melalui musik.
"Drumline battle ini menjadi simbol bahwa anak-anak Papua mampu mengangkat harkat dan martabat daerahnya, sekaligus menunjukkan bahwa seni dan budaya lokal dapat bersaing di tingkat global," pungkasnya. (Martha)