MBG di Nabire Jangkau 32.002 Penerima Manfaat Hingga Juni 2026
Papua60detik - Badan Gizi Nasional (BGN) Nabire mencatat, pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis (MBG) di wilayahnya telah menjangkau 32.002 penerima manfaat selama semester I 2026.
Koordinator Wilayah BGN Nabire Marsel Asyerem, mengatakan capaian tersebut merupakan hasil pelaksanaan program selama Januari-Juni 2026 yang terus dievaluasi guna meningkatkan kualitas layanan pada semester berikutnya.
"Evaluasi ini bukan sekadar melihat berapa banyak makanan yang telah disalurkan, tetapi merupakan bentuk tanggung jawab kami dalam membangun sumber daya manusia Papua yang sehat sekaligus menggerakkan kemandirian ekonomi daerah," katanya, Jumat (3/7/2026) seperti dikutip dari ANTARA.
Ia mengatakan, saat ini penerima manfaat MBG di Nabire terdiri atas 28.113 peserta didik serta 3.889 kelompok 3B yang terdiri atas ibu hamil, ibu menyusui dan balita.
Pelaksanaan program didukung 14 Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang tersebar di Distrik Nabire, Nabire Barat, Teluk Kimi, dan Yaro dengan melibatkan 645 relawan dan tenaga kerja.
Marsel menjelaskan, hasil evaluasi semester pertama menjadi dasar penyempurnaan pelaksanaan MBG agar manfaatnya semakin optimal bagi masyarakat.
Menurut dia, BGN akan memfokuskan perbaikan pada tiga aspek utama, yakni memperketat disiplin pelaksanaan di setiap SPPG, meningkatkan pemanfaatan bahan baku dari petani, peternak, dan nelayan lokal, serta memperkuat transparansi melalui digitalisasi sistem pelaporan logistik dan keuangan.
Ia mengatakan, pengawasan terhadap seluruh kepala SPPG akan diperketat, terutama terkait ketepatan waktu distribusi makanan, penerapan standar higienitas dapur, dan akurasi data penerima manfaat.
Selain itu, pihaknya berupaya memperbesar serapan komoditas lokal sehingga anggaran program MBG tidak hanya meningkatkan kualitas gizi masyarakat, tetapi juga memberikan dampak ekonomi bagi pelaku usaha di Kabupaten Nabire.
"Kami ingin semakin banyak hasil pertanian, peternakan, dan perikanan lokal terserap sehingga manfaat program ini dapat dirasakan lebih luas oleh masyarakat," ujarnya.
Marsel mengakui pelaksanaan MBG masih menghadapi tantangan, terutama kondisi geografis dan kesinambungan pasokan bahan baku lokal.
Meski demikian, pihaknya optimistis berbagai langkah perbaikan tersebut akan memperkuat pelaksanaan program pada semester II 2026.
Ia berharap, penguatan tata kelola dan kolaborasi dengan pelaku usaha lokal mampu meningkatkan kualitas layanan sekaligus memperluas manfaat ekonomi yang dihasilkan melalui program MBG di Kabupaten Nabire. (Redaksi)