Minim Alat Peraga, SMKS Mararti Harap Bantuan Pemerintah
Papua60detik - Sekolah Menengah Kejuruan Swasta (SMKS) Mararti Kabupaten Mimika mengeluhkan kurangnya alat peraga penunjang proses belajar siswa.
SMKS Mararti adalah sekolah kejuruan Multimedia yang ada di Timika. Saat ini total siswa 62 orang, termasuk 26 orang siswa suku Kamoro di dalamnya.
Kepala SMKS Mararti, Sandra, bercerita tentang tingginya semangat belajar siswa, namun tidak didukung oleh peralatan praktik dari sekolah.
"Semua siswa antusias untuk belajar. Putra daerah atau pendatang mereka sama-sama rajin ke sekolah. Tapi, kita hanya bisa mengajarkan mereka menggunakan alat seadanya," kata Sandra saat ditemui di kantornya, Jumat (05/04/2024).
Sandra juga menyampaikan, sebelumnya ada alat peraga yang tersedia yaitu kamera dan tripod, namun dibawa oleh kepala sekolah yang lama. Menurutnya, sebagai sekolah jurusan multimedia banyak peralatan yang diperlukan untuk praktikum.
"Peralatan dasar saja kita tidak punya. Kita sangat butuh fasilitas penunjang belajar seperti tripod, kamera, dan komputer. Saat ini kita berjalan hanya menggunakan lima laptop, itu pun kita pinjam dari SMP Mararti, kebetulan kita berada di satu atap," terang Sandra.
Karena kurangnya peralatan, kini SMKS Mararti berencana melakukan kerja sama dengan salah satu medi pers di Timika. Para siswa akan akan turun melakukan praktik ke sana.
"Di sana peralatan pasti lebih lengkap. Mereka akan dibimbing dan ini adalah kesempatan siswa lebih mengenal apa itu multimedia," tambahnya.
Kata Sandra, selama ini SMK Mararti belum pernah mendapatkan bantuan apa pun dari pemerintah. Meskipun begitu, pihaknya terus berharap perhatian, mengingat masih minimnya jumlah sekolah yang memiliki jurusan multimedia di Kabupaten Mimika.
"Harapan kami kepada pemerintah melalui dinas pendidikan, mudah-mudahan mereka bisa melihat kukarangan dan kebutuhan sekolah kami. Karena sekolah kami fokus pada multimedia, jadi butuh bantuan alat-alat peraga penunjang belajar siswa," pungkasnya. (Martha)