Pemerintah Puncak Minta Perdamaian Kwamki Narama Dijaga
Papua60detik - Konflik berlarut Kwamki Narama selama tiga bulan akhirnya berhenti melalui kesepakatan damai kedua pihak, Senin (12/1/2026).
Wakil Bupati Puncak, Naftali Akawal, menyampaikan syukur atas tercapainya perdamaian tersebut.
“Kami dari pemerintah bersyukur karena hari ini kedua pihak bisa dipertemukan dan sepakat berdamai. Terima kasih kepada semua pihak yang terlibat. Berkat kerja sama yang baik, perdamaian ini bisa terwujud,” ujarnya.
Naftali menekankan agar persoalan serupa tidak terjadi lagi apalagi meluas ke wilayah lain. Ia meminta dukungan TNI dan Polri untuk memastikan konflik tidak dibawa ke luar dan perdamaian benar-benar terjaga.
“Ke depan, persoalan seperti ini tidak boleh dibawa ke mana-mana. TNI-Polri kami minta melakukan backup agar perdamaian ini betul-betul terwujud dan aman,” tegasnya.
Sementara itu, Sekretaris Daerah Kabupaten Puncak, Nenu Tabuni, menjelaskan bahwa perdamaian tersebut merupakan tahapan keempat yang dilakukan pemerintah bersama kedua belah pihak, setelah konflik berlangsung selama kurang lebih tiga bulan.
“Hari ini pemerintah dan masyarakat dari kedua pihak sepakat menyatakan damai. Ini dituangkan dalam pernyataan sikap bersama,” kata Nenu.
Perdamaian tersebut ditandai dengan prosesi adat khas masyarakat pegunungan, yakni patah panah dan panah babi yang disaksikan langsung oleh perwakilan kedua wilayah, Dang dan Newegalen. Prosesi adat itu menjadi simbol berakhirnya konflik.
“Kalau sudah dilakukan prosesi adat seperti ini, maka tidak akan terjadi perang lagi. Itulah budaya orang gunung,” jelasnya.
Nenu menambahkan, setelah perdamaian difasilitasi oleh pemerintah, selanjutnya masyarakat akan melanjutkan prosesi adat lanjutan seperti pencucian darah dan ritual lainnya sesuai budaya setempat.
“Yang terpenting, hari ini pemerintah telah hadir dan berhasil mendamaikan," pungkasnya. (Eka)