Pemkot Sorong: Pengangguran Turun Seiring Peningkatan Pelatihan Kerja
Kepala Dinas Tenaga Kerja Kota Sorong, Nurhayati Narasabessy (ANTARA/Yuvensius Lasa Banafanu)
Kepala Dinas Tenaga Kerja Kota Sorong, Nurhayati Narasabessy (ANTARA/Yuvensius Lasa Banafanu)

Papua60detik - Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Kota Sorong, Papua Barat Daya, mencatat jumlah warga menganggur per Mei 2026 mengalami penurunan dibandingkan per Desember 2025 seiring peningkatan program pelatihan keterampilan kerja yang dilakukan pemerintah setempat.

Kepala Dinas Tenaga Kerja Kota Sorong, Nurhayati Narasabessy di Sorong, Rabu (17/6/2026), mengatakan jumlah pencari kerja per Mei 2026 tercatat sebanyak 887 orang, turun dari 2.769 orang pada Desember 2025. Jumlah itu turun sekitar 68 persen.

"Angka ini menunjukkan adanya penurunan jumlah pencari kerja yang belum terserap, meskipun kondisi ketenagakerjaan di Kota Sorong masih cukup dinamis," katanya seperti dikutip dari ANTARA.

Menurut dia, salah satu upaya yang dilakukan pemerintah daerah untuk meningkatkan penyerapan tenaga kerja adalah melalui berbagai program pelatihan yang didanai menggunakan dana otonomi khusus (otsus), dengan sasaran utama Orang Asli Papua (OAP).

Disnaker Kota Sorong, kata dia, secara rutin membuka kesempatan bagi OAP untuk mengikuti pelatihan kerja yang disesuaikan dengan kebutuhan dunia usaha dan industri.

"Kami berupaya memberikan pelatihan yang memang dibutuhkan pasar kerja. Karena keterbatasan anggaran, pelatihan dilakukan secara bertahap dan bergilir agar semakin banyak masyarakat yang mendapatkan kesempatan," ujarnya.

Ia menjelaskan sejak 2025 pihaknya secara konsisten melaksanakan pelatihan kerja setiap tahun dengan berbagai jenis keterampilan, seperti pelatihan satuan pengamanan (security), operator alat berat, ekskavator, dan sejumlah pelatihan teknis lainnya.

Berdasarkan data Dinas Tenaga Kerja Kota Sorong mencatat sebanyak 55 peserta mengikuti pelatihan pada 2025 yang terdiri atas 45 peserta pelatihan Satpam dan 10 orang mengikuti pelatihan operator alat berat.

Kemudian jumlah peserta pelatihan pada 2026 sebanyak 64 orang, yang terdiri atas 24 peserta pelatihan dumptruck dan 40 peserta pelatihan operator K3 umum.

Selain program yang dibiayai Disnaker, sejumlah pelatihan juga dilaksanakan melalui Balai Latihan Kerja (BLK) dengan dukungan pendanaan dari pemerintah pusat.

Nurhayati mengatakan peserta yang telah mengikuti pelatihan dan memiliki sertifikat kompetensi menjadi prioritas ketika terdapat informasi lowongan pekerjaan yang sesuai dengan bidang keterampilan yang dimiliki.

"Kami memiliki data peserta pelatihan. Ketika ada perusahaan yang membutuhkan tenaga kerja sesuai kompetensi tertentu, mereka menjadi prioritas untuk mendapatkan informasi dan kesempatan kerja," katanya.

Ia mencontohkan pelatihan satuan pengamanan yang pernah diikuti sekitar 40 peserta dengan melibatkan Polda Papua Barat sebagai mitra pelaksana.

Menurut dia, pelatihan tersebut bertujuan meningkatkan peluang kerja peserta karena profesi satuan pengamanan saat ini mensyaratkan sertifikasi kompetensi.

Selain menyampaikan informasi lowongan kerja, Disnaker Kota Sorong juga siap memberikan rekomendasi kepada peserta pelatihan apabila dibutuhkan perusahaan sebagai bentuk dukungan terhadap penempatan tenaga kerja.

Meski demikian, Nurhayati mengakui data ketenagakerjaan di Kota Sorong cenderung fluktuatif karena banyak pencari kerja yang berasal dari luar daerah namun berdomisili sementara dan mencari pekerjaan di Kota Sorong.

Karena itu, kata dia, pihaknya akan terus memperkuat program pelatihan berbasis kebutuhan pasar kerja guna meningkatkan kompetensi tenaga kerja lokal dan menekan angka pengangguran.

"Kami berharap semakin banyak tenaga kerja yang memiliki keterampilan dan sertifikasi sehingga lebih mudah terserap di dunia kerja," ujarnya. (Redaksi)