Pemprov Papua Tengah di 2025 Masih Fokus Tangani Kemiskinan Ekstrim
Kepala Bapperida Provinsi Papua Tengah pada penutupan Musrenbang di Ballroom Hotel Horison Diana Timika, Jumat (5/4/2024), Foto: Faris/Papua60detik
Kepala Bapperida Provinsi Papua Tengah pada penutupan Musrenbang di Ballroom Hotel Horison Diana Timika, Jumat (5/4/2024), Foto: Faris/Papua60detik

Papua60detik  - Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) Pemerintah Provinsi Papua Tengah tahun 2025  resmi ditutup Jumat (5/4/2024). Musrenbang itu menyepakati sebanyak 306 sub kegiatan.

Kepala Bapperida Provinsi Papua Tengah, Jull Edy Way mengatakan pada Musrenbang ini semua program prioritas telah diakomodir dan mendapatkan prioritas penganggaran.

“Sebagaimana yang telah kami sampaikan lewat sambutan ibu Pj Gubernur, fokus kepada stunting, kemiskinan, kemiskinan ekstrim, pengendalian inflasi dan pengendalian pengangguran terbuka,” ungkap Edy pada penutupan Musrenbang di Hotel Horison Diana Timika.

Adapun hasil Musrembang RKPD yang diamomodir pemerintah Provinsi Papua Tengah untuk Kabupaten Nabire sebanyak 57 sub kegiatan, Kabupaten Mimika 26 sub kegiatan, Kabuapten Puncak 52 sub kegiatan, Kabupaten Puncak Jaya 27 sub kegiatan, Kabupaten Dogiyai sebanyak 45 sub kegiatan, Kabupaten Deiyai sebanyak 51 sub kegiatan, Kabupaten Paniai sebanyak 21 sub kegiatan dan Kabipaten Intan Jaya sebanyak 27 sub kegiatan.

Kemudian untuk Musrembang Otonomi Khusus (Otsus) disepakati sebanyak 892 sub kegiatan yang diantaranya, Kabupaten Nabire sebanyak 120 sub kegiatan, Kabupaten Mimika sebanyak 70 sub kegiatan, Kabupaten Puncak sebanyak 106 sub kegiatan.

Kabupaten Puncak Jaya sebanyak 121 sub kegiatan, Kabulaten Dogiyai sebanyak 110 sub kegiatan, Kabulaten Deiyai sebanyak 131 kegiatan, kabupaten Paniai sebanyak 147 sub kegiatan dan Kabupaten Intan Jaya sebanyak 87 kegiatan.  (Faris)