Pertama di Mimika, SD Inpres Koperapoka 1 Terapkan Absensi Digital Guru & Siswa
Kepala SD, Margarita Abraham, foto: Martha/Papua60detik
Kepala SD, Margarita Abraham, foto: Martha/Papua60detik

Papua60detik - SD Inpres Koperapoka 1 Mimika resmi launching tiga aplikasi untuk absensi guru dan siswa berbasis teknologi. Ini adalah inovasi pertama yang diaplikasikan oleh sekolah di Kabupaten Mimika. 

Tiga aplikasi tersebut adalah Sa Hadir (Sistem Aplikasi Hadir Absen Digital Informasi Realtime), Sa Sekolah (Sistem aplikasi siswa edisi kehadiran online lingkungan aman dan harmonis), Sikopera (Sistem Informasi Kehadiran Online Kehadiran Pendidik Koperapoka I). 

Kepala SD Inpres Koperapoka 1, Margarita Abraham mengatakan aplikasi Sa Hadir ditujukan untuk guru,  di mana batas hadir adalah pukul 7.30 WIT dengan cara update foto dengan latar belakang sekolah. Sama halnya dengan aplikasi Si Kopera, digunakan guru untuk absensi saat guru memulai pelajaran. 

Kebijakan ini diterapkan untuk memastikan tidak ada lagi keterlambatan guru masuk kelas setelah bel sekolah berbunyi. Pukul 08.00 WIT, proses pembelajaran dimulai dan guru sudah harus absen dengan menyertakan foto diri dengan layar belakang siswa yang diupload ke Si Kopera. 

"Aplikasi yang untuk siswa itu (Sa Sekolah) kita kirimkan juga ke orang tua, jadi mereka bisa pantau kehadiran anak-anak dan guru juga dengan scan barcode. Nanti absennya diupload guru ke aplikasi karena siswa tidak diperbolehkan membawa ponsel," kata Margarita saat diwawancarai, Senin (02/02/2026). 

Margarita mengatakan aplikasi ini dirancang untuk menertibkan kehadiran anak-anak terutama guru. Di era teknologi ini, SD koperapoka fokus pada inovasi berbasis digital. Selain untuk kedisiplinan, inovasi ini juga membantu menertibkan administrasi. Dengan jumlah warga sekolah mencapai 1.031 orang, pengawasannya tidak akan maksimal jika hanya mengandalkan satu orang. 

"Tujuannya adalah guru harus disiplin, konsisten, dan benar-benar harus fokus pada tugasnya sehingga bisa berdampak pada kualitas pembelajaran. Kadang-kadang kalau saya ada tugas ke luar, ini menjadi alat saya bisa memantau mereka selain dari CCTV," tambahya. 

Ia berharap penerapan aplikasi ini memberi dampak positif pada warga sekolah terutama pada peningkatan mutu pendidikan. Margarita menekankan pentingnya kesadaran terhadap korupsi waktu, yang kerap terjadi tanpa disadari di lingkungan pendidikan.

"Korupsi itu bukan hanya di uang, tetapi korupsi waktu juga ada. Kadang orang berpikir dia korupsi uang, padahal ternyata tanpa sadar sedang korupsi waktu. Oleh karena itu  kita benar-benar manfaatkan waktu yang ada untuk menjalankan tugas kita," pungkasnya. (Martha)