Petrus Yumte Ganti Ida Wahyuni Sebagai Pj Sekda Mimika
Papua60detik - Plt Bupati Mimika Johannes Rettob melantik Petrus Yumte sebagai Pj Sekda Mimika yang baru berdasarkan SK 821.2-100 tanggal 15 juli 2024, Senin (17/05/2024). Yumte menggantikan Pj Sekda sebelumnya, Ida Wahyuni.
John Rettob mengatakan, Pj Sekda baru mengemban beberapa tugas dalam kurun waktu tiga bulan masa jabatannya, seperti menyelesaikan masalah birokrasi dan persiapan penyusunan APBD Perubahan.
Ia juga ditugaskan mencari solusi menutupi defisit anggaran Badan Pendapatan Daerah (Bapenda), memperbaiki Monitoring Center for Prevention (MPC) yang saat ini rendah dan beberapa tugas lainnya.
"Tugas ini memang berat. Saya berharap Pj Sekda baru dan seluruh pegawai, kita harus hadapi bersama-sama. Kita tingkatkan kepercayaan masyarakat kepada kita," pesan John Rettob.
Ia mengingatkan, pengangkatan Pj Sekda baru adalah upaya untuk menata pola karir. menata para pejabat agar duduk di tempatnya sesuai rekomendasi ASN.
John Rettob mengakui pengangkatan Petrus Yumte mendapat kritik sejumlah pihak. Petrus Yumte memang bukan kali pertama menjabat Pj Sekda. Ia pernah menjabat Pj Sekda sebelum digantikan Robert Mayaut.
"Sekda itu sebagai koordinator pemerintahan. Jadi, siapa saja bisa menjadi Sekda, tetapi perlu diketahui, Sekda itu harus mempunyai pangkat paling tinggi di antara semua pejabat yang ada di sini," terangnya.
Menanggapi beberapa tugas yang diamanahkan Plt Bupati padanya, Petrus Yumte mengaku akan berkerja sama dengan seluruh OPD untuk menjalankan tugas yang harus dikerjakan.
"Ini bukan hanya kerja Sekda, ini adalah kerja tim bagaimana kita membangun kerja sama yang kuat, menggerakkan mereka, supaya pada masa akhir jabatan dari Omaleng dan John Rettob meninggalkan cerita yang baik buat pemerintahan ke depan," ujarnya.
Soal pengangkatannya, ia menyebut ASN tidak bisa memilih menjadi pejabat. ASN mesti setia pada tugas pemerintah. Soal jabatan itu adalah otoritas pimpinan.
"Kita tidak membawa diri atau memilih dalam semua jenjang. Kita loyal saja. Soal jabatan itu, Tuhan dan pemimpin kita yang lihat," pungkasnya. (Martha)