Polres Mimika Operasi Keselamatan Noken 2026
Apela operasi keselamatan Menjelang Operasi Ketupat 2026 personel Polres Mimika. Foto: Eka/Papua60detik
Apela operasi keselamatan Menjelang Operasi Ketupat 2026 personel Polres Mimika. Foto: Eka/Papua60detik

Papua60detik - Polres Mimika menggelar apel gelar pasukan operasi keselamatan noken 2026 sebagai langkah awal meningkatkan keselamatan dan ketertiban lalu lintas menjelang pelaksanaan operasi ketupat noken 2026. 

Apel tersebut berlangsung dan diikuti oleh seluruh personel yang terlibat di Mako Polres Mimika Mile 32, Senin (2/2/2026). 

Operasi keselamatan noken 2026 merupakan operasi terpusat yang dilaksanakan secara serentak di seluruh Indonesia. Khusus di wilayah Polda Papua Tengah, operasi ini dilaksanakan oleh Polres Nabire, Mimika, Paniai, dan Puncak Jaya.

Dalam amanat Kapolda Papua Tengah Kombes Pol Jermias Rontini yang disampaikan Wakapolres Mimika Kompol Junan Plitomo, disebutkan berdasarkan data pelaksanaan operasi keselamatan noken 2025 selama 14 hari, tercatat sebanyak 126 pelanggaran lalu lintas yang diberikan dalam bentuk teguran. 

Kendaraan yang terlibat didominasi roda dua sebanyak 191 unit dan roda empat sebanyak 39 unit. Selain itu, terjadi 15 kasus kecelakaan lalu lintas dengan rincian enam orang meninggal dunia, tujuh orang mengalami luka berat, dan tujuh orang luka ringan. Total kerugian material akibat kecelakaan tersebut mencapai Rp103 juta.

Data ini menunjukkan bahwa tingkat keselamatan dan kepatuhan masyarakat terhadap aturan lalu lintas di Papua Tengah masih memerlukan perhatian serius serta penanganan yang lebih optimal, terutama dalam menekan angka fatalitas kecelakaan dan meminimalisir korban jiwa maupun kerugian materiil.

Menjawab tantangan tersebut, Polda Papua Tengah bersama Polres jajaran serta didukung instansi terkait akan melaksanakan operasi keselamatan noken 2026.

"Operasi ini akan berlangsung selama 14 hari, mulai 2 hingga 15 Februari 2026, dan dilaksanakan di seluruh wilayah Provinsi Papua Tengah," ucapnya. 

Dalam pelaksanaannya, seluruh personel diinstruksikan untuk bekerja secara profesional dan bertanggung jawab. Sejumlah penekanan diberikan, diantaranya melakukan deteksi dini dan pemetaan titik rawan pelanggaran, kecelakaan, dan kemacetan lalu lintas, serta meningkatkan sosialisasi dan edukasi kepada masyarakat melalui media cetak, elektronik, dan media sosial.

Selain itu, petugas juga diminta melakukan sosialisasi kepada pengusaha angkutan barang dan perorangan terkait pembatasan operasional kendaraan sumbu tiga ke atas, melaksanakan ramp check terpadu bersama instansi terkait, meningkatkan kegiatan pengaturan, penjagaan, pengawalan, dan patroli di lokasi rawan, serta menindak tegas kendaraan pribadi berpelat hitam yang digunakan sebagai angkutan umum atau travel ilegal.

Penegakan hukum lalu lintas juga dilakukan secara humanis melalui penerapan ETLE statis dan mobile, disertai pemberian teguran yang bersifat edukatif kepada pelanggar.

Di akhir amanatnya, ia menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada seluruh personel Polri, unsur TNI, pemerintah daerah, serta instansi terkait yang telah mendukung pelaksanaan operasi keselamatan noken 2026. 

"Diharapkan melalui operasi ini, kesadaran masyarakat dalam berlalu lintas semakin meningkat sehingga tercipta situasi yang aman dan kondusif dalam menyambut Bulan Suci Ramadan dan Hari Raya Idul Fitri 1447 Hijriah," pungkasnya. (Eka)