Sebagian Orang Tua Siswa SMP Negeri 2 Mimika Tolak MBG
Papua60detik - Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang dilaksanakan di sekolah selalu mendapat respons beragam dari orang tua siswa. Ada yang menerima ada pula yang menolak.
Seperti yang terjadi di SMP Negeri 2 Timika, sebanyak 50 orang tua masih menolak program ini. Pada umumnya alasannya sama yaitu kekhawatiran terkait keamanan makanan atau keracunan seperti banyak muncul di pemberitaan.
Mengutip detiknews.com, KPAI mencatat 12.658 anak mengalami keracunan MBG sepanjang tahun 2025.
"Sewaktu rapat, saya sudah sampaikan ke orang tua bahwa guru juga makan. Sehingga kalau ada apa-apa, guru juga kena, bukan hanya siswa saja, saya juga makan," ujar Kepala SMP Negeri 2 Mimika, Oktovina S Titahena saat diwawancarai, Rabu (21/01/2026).
Katanya, meskipun sebagian orang tua menolak, 50 siswa itu tetap ikut makan setelah melihat teman-temannya menyukai menu yang disajikan.
Tahun 2026, program ini juga sudah menyasar pegawai dan guru. Dengan demikian, sebanyak 1146 siswa ditambah 70 pegawai dan guru turut mendapatkan MBG di SMP Negeri 2 Mimika.
Oktovina mengatakan para guru menyambut antusias program ini. Menurutnya, program tersebut tidak hanya memberikan manfaat gizi bagi siswa, tetapi juga berdampak positif bagi para guru. Dengan MBG, para guru semakin semangat mengajar sekaligus membantu meringankan pengeluaran guru yang sebelumnya harus membeli makanan sendiri.
"Sebelumnya guru-guru harus membeli makana siang. Dengan adanya MBG ini, mereka tidak perlu keluar lagi untuk membeli makanan. Kita bisa makan di sini dengan bersama-sama dengan siswa," tambahnya.
Oktovina juga menambahkan, pihak sekolah akan mengusulkan agar dalam satu pekan disediakan menu berbahan pangan lokal. Namun untuk saat ini, ia menegaskan bahwa prioritas utama adalah memastikan makanan yang disajikan tetap sehat dan bersih.
"Tapi saat ini yang saya harapkan makanan harus sehat dan bersih supaya kerjasama ini tetap berjalan. Karena kalau ada apa-apa saya berhak menghentikan ini, karena saya bertanggung jawab kepada keselamatan anak-anak," pungkasnya. (Martha)