Sempat Tak Diizinkan Masuk, Massa Peduli Konflik Bertemu Bupati di Pendopo
Massa bersitegang dengan aparat di Gerbang Pendopo Rumah Negara SP3. Foto: Eka/ Papua60detik
Massa bersitegang dengan aparat di Gerbang Pendopo Rumah Negara SP3. Foto: Eka/ Papua60detik

Papua60detik - Massa Solidaritas Rakyat Mimika Peduli Konflik Sosial akhirnya bertemu bupati Mimika di Pendopo Rumah Negara SP3, Rabu (7/1/2026) sore. 

Sebelumnya, massa bersama sejumlah anggota DPRK Mimika tak diberi izin masuk Pendopo. Mereka sempat bersitegang dengan aparat keamanan di gerbang Pendopo. 

Negosiasi terjadi dan perwakilan dari mereka dibolehkan masuk bersama para anggota dewan. Sementara massa yang lain menunggu di depan gerbang. 

Penanggung Jawab Rakyat Mimika Peduli Konflik Sosial Yance Sani menyampaikan aspirasinya di hadapan bupati. Ia bilang ingin Mimika aman dan damai, tidak ada lagi pertumpahan darah. 

"Kami sangat bersyukur karena hari ini (pemerintah) sedang rapat terkait perdamaian, itu adalah harapan kami," ujar dia. 


Katanya, konflik yang terjadi di Kwamki Narama tidak hanya berdampak ke masyarakat Kwamki Narama, seluruh masyarakat juga ikut khawatir soal keamanan di Mimika. 

"Kami yang di SP2 pun merasa was-was kalau mau aktivitas malam, niat kami ke sini cuma ingin menyampaikan keresahan kami," katanya. 

Bupati Mimika Johannes Rettob mengatakan, Pemkab Puncak dan Mimika dari awal sudah berupaya mendamaikan konflik yang terjadi. Ia bilang, upaya terakhir adalah dengan mengerahkan pasukan dengan kekuatan 400 personel di lokasi konflik. 

"Itu dilakukan untuk menjaga Kwamki Narama, menjaga masyarakat supaya tenang. Kami juga sudah mulai lakukan pemeriksaan KTP, dan lain-lain. Ini kami lakukan terus," ungkapnya. 

Kata Bupati, bukan hanya masyarakat, pemerintah juga resah atas konflik yang tak kunjung usai itu. Bupati berharap pertemuan ini merupakan yang terakhir dan menjadi langkah baik untuk mengakhiri konflik Kwamki Narama. (Eka)