Sudah 11 Korban Jiwa, Bupati Akhirnya Bicara Kwamki Narama
Bupati Mimika, Johannes Rettob, foto: Martha/ Papua60detik
Bupati Mimika, Johannes Rettob, foto: Martha/ Papua60detik

Papua60detik - Akhirnya Bupati Mimika, Johannes Rettob angkat bicara soal situasi konflik di Kwamki Narama.

Bupati mengaku situasi Kwamki Narama telah didiskusikan bersama Forkopimda. Hari ini, Senin (05/01/2025) Forkopimda akan rapat bersama  untuk finalisasi. 

"Mereka kan tidak tahu. Saya tidak mau komentar soal itu. Tapi yang jelas persoalan di Kwamki Narama itu persolaan yang harusnya.... Tapi hari ini saya akan rapat, koordinasi, Forkopimda sudah datang semua. Ini tugas kita untuk melaksanakan ini semua," ujar Bupati saat diwawancarai,

Ia menyebut, konflik Kwamki Narama pada dasarnya dapat diselesaikan dengan mudah. Namun, pemerintah punya prinsip yang harus ditegakkan, yaitu mengedepankan hukum positif. Tapi ia menilai di Kwamki Narama belum ada ketegasan, sehingga konflik terus berlarut dan telah menelan korban jiwa.

"Sebenarnya ini masalah yang bisa diselesaikan dengan mudah. Tapi, intinya, prinsipnya, hukum positif tidak boleh kalah dengan hukum adat. Itu yang harus kita tegakkan duluan. Kalau kita masih terus menghubungkan dengan hukum-hukum yang lain-lain, ini begini terus, iya toh?" terangnya. 

Dengan prinsip memprioritaskan hukum positif, ke depan pemerintah daerah bersama Forkopimda bakal menyusun peraturan daerah yang secara khusus mengatur penanganan konflik internal seperti Kwamki Narama.

"Saya sudah komunikasi juga dengan Gubernur, peraturan daerah tentang konflik-konflik internal yang terjadi seperti ini. Di mana kita dalam konflik, kita harus utamakan hukum positif. Jadi tidak ada cerita," pungkasnya.

Untuk diketahui, konflik Kwamki Narama sudah berlangsung berbulan-bulan. Per Senin, Senin, 5 Januari 2026, sudah 11 nyawa melayang. (Martha)