UMKM SADAKA Deiyai Hadirkan Olahan Buah Merah di TIFA 2026
Papua60detik - UMKM SADAKA dari Kabupaten Deiyai turut meramaikan Timika Inside Festival of Art (TIFA) 2026 dengan menghadirkan beragam produk olahan berbahan dasar buah merah, salah satu pangan lokal khas Papua yang telah diwariskan secara turun-temurun.
Di stan pamerannya, UMKM SADAKA memamerkan berbagai produk, mulai dari minyak buah merah SADAKA, keripik ugubo buah merah, tahu saus buah merah, hingga saus buah merah.
Pemilik UMKM SADAKA, Pebur Mote, mengatakan mengolah buah merah bukan sekadar usaha, melainkan bagian dari budaya masyarakat Deiyai yang telah dijaga secara turun temurun.
"Sejak dulu, masyakat sudah mengonsumsi buah merah merah secara tradisional. Setiap musim panen, masyarakat mengadakan pesta bakar batu. Sarinya diambil, kemudian dicampurkan dengan sayur yang telah dimasak, lalu disantap bersama," ujar Pebur saat diwawancarai, Jumat (03/07/2026).
Pebur menjelaskan ketertarikannya mengembangkan buah merah berawal dari kunjungannya ke Kampung Demago di Kabupaten Deiyai. Di kampung tersebut, terdapat lebih dari 300 ribu buah merah, belum termasuk hasil panen dari kampung-kampung lainnya. Namun, ketika panen buah itu terbuang akibat sulitnya akses transportasi menuju kota.
"Ternyata buah merah ini banyak yang busuk. Daripada mubazir, kami berinisiatif bagaimana mengangkat buah merah ini menjadi sesuatu makanan bergizi bagi masyarakat. Dari 2004 kami sudah olah. Saat dikonsumsi, tidak ada efek sampingnya dan penyakit sembuh," terangnya.
Namun, seiring perkembangan zaman, Pebur mengaku generasi muda lebih menyukai makanan instan dan praktis. Oleh krena itu, UMKM SADAKA bersama Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Anak Deiyai berupaya mengangkat kembali pangan lokal agar tetap diminati.
Salah satunya adalah saus buah merah yang dapat dinikmati bersama ikan goreng, ayam goreng, maupun berbagai jenis makanan lainnya. Selain itu, UMKM SADAKA juga mengembangkan produk yang layak untuk mendukung pemenuhan gizi ibu hamil dan ibu menyusui sebagai upaya membantu mencegah stunting dan gizi buruk.
Kandungan buah merah dipercaya dapat membantu mencegah kebutaan, meningkatkan daya tahan tubuh, menjaga kesehatan jantung, membantu mencegah anemia, melancarkan peredaran darah, hingga berpotensi membantu mencegah kanker.
Saat ini, UMKM SADAKA sedang mengurus izin edar BPOM agar produk olahan buah merah dapat dipasarkan lebih luas, termasuk ke luar daerah. Pemerintah Kabupaten Deiyai juga merencanakan pembangunan industri pengolahan buah merah untuk memberdayakan dan menambah ekonomi masyarakat.
"Ke depan, saya ingin pengolahan buah merah dilakukan secara berdampingan, baik dengan cara tradisional maupun modern. Saya tidak ingin cara tradisional hilang, karena itulah budaya yang ingin kami pertahankan. Kita akan melihat produk mana yang lebih diminati masyarakat," pungkasnya. (Martha)