Angkat Warisan Kuliner, Deinas Geley Buka Lomba Masak Papeda Ikan Kuah Kuning
Peserta lomba  memasak papeda kuah kuning. Foto :  Elia Douw/ Papua60detik
Peserta lomba memasak papeda kuah kuning. Foto : Elia Douw/ Papua60detik

Papua60detik - Sambut Hari Otonomi Khusus (Otsus) Papua yang diperingati setiap 21 November, Pemerintah Provinsi Papua Tengah bikin lomba memasak papeda ikan kuah kuning di area parkir Hall Kompleks Kantor Biro Setda Papua Tengah, Jumat (14/11/25).

“Biro Otda telah menyiapkan lomba yang sangat bagus dan tentu kami akan mendukung penuh. Ini kegiatan yang luar biasa dan memberi dampak positif bagi masyarakat,” ujar Wakil Gubernur Papua Tengah, Deinas Geley.

Perlombaan berlangsung mulai 14 November dan akan mencapai puncaknya pada 21 November, bertepatan dengan Hari Otonomi Khusus.

Menurut Wagub, kegiatan ini tidak hanya sebagai ajang hiburan dan kompetisi, tetapi juga menjadi simbol penting bagi masyarakat Papua dalam menyambut hari bersejarah tersebut.

“Menjelang Hari Otsus, ini momen penting bagi kita, khususnya masyarakat Papua. Karena itu, kita menggelar lomba memasak papeda ikan kuah kuning untuk memperingati hari jadinya Otonomi Khusus,” jelasnya.

Ia menegaskan bahwa papeda ikan kuah kuning merupakan warisan budaya yang harus terus dilestarikan. Salah satu cara untuk menjaga eksistensinya adalah dengan melibatkan masyarakat melalui perlombaan seperti ini.

Wagub mengajak seluruh peserta, terutama mama-mama Papua, untuk mengikuti aturan panitia dan memeriahkan lomba dengan penuh tanggung jawab.

Selain melestarikan kuliner khas daerah, lomba ini juga bertujuan mempererat hubungan sosial masyarakat serta memperkuat kebersamaan di Papua Tengah menjelang peringatan Hari Otsus.

Di kesempatan itu, Ukkas Ketua Panitia Hari Otonomi Khusus (Otsus) Papua 2025 menyatakan lomba memasak papeda kuah kuning ini dilaksanakan untuk mengangkat ciri khas kuliner masyarakat Papua yang syarat dengan nilai persatuan dan kearifan lokal. 

"Tentu kegiatan ini menjadi wadah bagi masyarakat untuk menunjukkan kreativitas kebersamaan dalam melestarikan kuliner tradisional khas Papua Tengah," jelas Ukkas. 

Penilaian khas masakan oleh dewan juri yang terdiri dari TP-PKK Provinsi Papua Tengah, Ketua Dharma Wanita Provinsi Papua Tengah dan Sari Kuring dan owner Karni

"Hasil dan capaian tercipta suasana persaingan yang sehat antar peserta, sekaligus mempererat hubungan sosial masyarakat, Kendala dan solusi tidak ada," pungkasnya. (Elia Douw)