BPOM Setujui Vaksinasi Covid-19 Lansia, Dinkes Mimika Sebut Belum Terima Petunjuk
Vaksin covid-19 jenis sinovac. Foto: Anti Patabang/Papua60detik
Vaksin covid-19 jenis sinovac. Foto: Anti Patabang/Papua60detik

Papua60detik - Badan Pengawasan Obat dan Makanan (BPOM) telah mengeluarkan izin penggunaan vaksin covid-19 jenis sinovac kepada lansia.

Dikutip dari rilis BPOM yang dikeluarkan pada, Minggu (7/2/2020), Kepala BPOM RI, Penny K Lukito mengatakan dari uji klinik fase pertama dan kedua di Cina yang melibatkan subjek lansia sebanyak 400 orang, menunjukkan vaksin sinovac yang diberikan dalam dua dosis dengan jarak 28 hari memberi hasil imunogenisitas yang baik.

Setelah 28 hari pemberian dosis kedua sereconversion ratenya adalah 97,96 persen dan keamanan yang dapat ditoleransi dengan baik serta tidak ada evek samping serius sampai derajat tiga yang dilaporkan akibat pemberian vaksin.

Sementara dari uji klinik fase ketiga di Brazil dengan subjek lansia sebanyak 600 orang, hasilnya juga aman. Tidak ada kematian dan efek samping serius derajat tiga yang dilaporkan.

Penny menjelaskan, efek samping umum yang terjadi berdasarkan uji klinik yang dilakukan hanya nyeri pada tempat penyuntikan, mual, demam, bengkak, kemerahan pada kulit sekitar 1,19 persen dan sakit kepala sebesar 1,19 persen.

Karena populasi lansia sangat berisiko tinggi dimana mereka cenderung memiliki penyakit penyerta yang harus diperhatikan dalam penggunaan vaksin ini, Penny berpesan agar pemberiannya pun harus dilakukan dengan hati-hati. Proses screening menjadi sangat kritikal sebelum sebelum penyuntikan.

Pemberian vaksin covid-19 untuk lansia sudah dimulai di beberpa daerah hari ini.

Namun saat dikonfirmasi kepada Kepala Dinas Kesehatan Mimika, Reynold Ubra terkait kesiapan Mimika melakukan vaksin covid-19 kepada lansia, ia mengatakan belum menerima petunjuk teknis dari Kementerian Kesehatan.

"Saya belum dapat berita terbaru dan belum dapat petunjuk teknis," saat dihubungi, Senin (8/2/2021).

Ia mengatakan, kalaupun hasil uji klinis sudah keluar pasti akan ada petunjuk teknis dari Kementerian Kesehatan terkait pelaksanaan vaksinasi nanti.

Ia mengatakan petunjuk pelaksanaan vaksinasi bagi lansia ini mulai dari dosis, kriteria lansia dengan status apa yang bisa divaksin hingga pemantauan kejadian pasca imunisasi.

“Tapi sampai hari ini kami belum terima petunjuk teknisnya seperti apa,” tutupnya. (Anti Patabang)