Cegah Konflik, Tokoh Masyarakat Puncak Minta Mendagri Tunjuk Pj Bupati Netral
Tokoh masyarakat dan  pemuda Kabupaten Puncak. Foto: Faris/ Papua60detik
Tokoh masyarakat dan pemuda Kabupaten Puncak. Foto: Faris/ Papua60detik

Papua60detik - Tokoh masyarakat dan  pemuda Kabupaten Puncak meminta Kementrian Dalam Negeri (Kemendagri) menunjuk Penjabat (Pj) Bupati yang netral untuk mencegah terjadinya konflik.

Kepala suku Ilaga Kabupaten Puncak Niningme Alom mengatakan hal tersebut perlu dilakukan untuk mencega terjadinya kembali konflik seperti tahun 2008 sampai 2011 yang menelan korban jiwa.

Masa jabatan Bupati Kabupaten Puncak, Willem Wandik diketahui berakhir pada 24 September 2023.

“Besok kasih turun itu orang rambut panjang, yang Dani Damal ini tidak boleh kasih turun. Jagan main-main, itu harus untuk mencegah terjadi perang terus seperti tahun 2011 dimana banyak menelan korban. Itu saya tidak mau lagi terjadi sekarang,” katanya saat ditemui wartawan di Hotel 66 Cenderawasih, Selasa (12/9/2023).

Ia tidak mempersoalkan siapapun terpilih Bupati dan Wakil Bupati kelak di 2024 karena sudah jadi pilihan masyarakat.

“Kita mau Mendagri dan orang-orang. ini yang harus turunkan karateker yang harus netral sehingga konfli-konflik antara suku tak lagi terjadi. Kalau untuk pemilihan bupati tidak apa-apa mau orang Dani atau Damal atau pendatang tidak apa-apa, terserah,” kata anggota Lembaga Masyarakat Adat (LMA) Puncak, Anis Hagabal. (Faris)