Dinkes Pastikan Ketersediaan Obat Malaria Hingga Maret 2026
Papua60detik - Dinas Kesehatan Kabupaten Mimika memastikan ketersediaan obat malaria (obat biru) mencukupi hingga Maret 2026.
Kepala Dinas Kesehatan, Reynold Ubra mengatakan, ketersediaan obat penting mengingat penyakit malaria masih menjadi masalah utama di Kabupaten Mimika.
Reynold menyebut, pihaknya intens melaporkan ke Direktur Perbekalan Kesehatan bahwa ketersediaan obat malaria bisa bertahan sampai Februari. Namun, sesuai laporan dari Kementerian Kesehatan (Kemenkes) stok obat untuk triwulan terakhir ini akan segera diproses. Di tambah dalam waktu dekat, Dinas Kesehatan Provinsi Papua Tengah akan menempatkan pusat stok obat malaria khusus untuk Papua Tengah di Timika.
"Jadi saya optimis karena kami intens mendiskusikan terkait dengan ketersediaan obat malaria ini, sehingga saya yakinlah sampai Maret 2026 obat malaria di Timika ready stok," kata Reynold Ubra, saat diwawancarai, Rabu (27/11/2025).
Ia mengatakan, masyakat bisa mendapatkan obat malaria secara gratis karena selama ini klinik swasta sudah mengadakan Perjanjian Kerja Sama (PKS) dengan Puskesmas. Dengan mekanisme itu, pasien tidak perlu berpindah-pindah fasilitas kesehatan.
“Pasien tinggal di situ, tinggal menggunakan telepon atau WhatsApp ke Puskesmas terdekat untuk meminta obat, langsung dapat,” tambahnya.
Setiap tahun, Mimika membutuhkan 2 juta tablet obat malaria. Namun, Rata-rata yang diterima adalah 1,2 juta - 1,3 juta tablet, sehingga ada perbedaan sekitar 800 an tablet. Isu ini juga sedang ditindaklanjuti oleh Dinkes Provinsi ke Kemenkes. Kekurangan itu bukan hanya dialami Timika, tetapi terjadi di seluruh tanah Papua.
Reynold Ubra mengungkapkan, saat ini kasus malaria di Mimika rata-rata mencapai sekitar 300 kasus per hari. Namun, jumlah kasus tidak bisa digunakan untuk menghitung keperluan obat malaria di Timika per harinya. Kebutuhan obat ditentukan dosis sesuai berat badan pasien.
“Pasien dewasa dengan berat 80 kg minum obat biru 5 tablet selama tiga hari, jadi kebutuhan DHB-nya 15 tablet. Berbeda dengan pasien dengan berat badan 60 Kg,” terangnya. (Martha)