Idul Adha di Timika: Kisah Nabi Ibrahim dan Keteladanannya
Papua60detik - Jamaah Idul Adha memadati halaman Gedung Eme Neme Yauware, Kamis (29/6/2023) pagi. Seperti salat Idul Fitri lalu, ruang yang disediakan PHBI tampak penuh jamaah.
Nur Alam bertindak sebagai imam salat Idul Adha, sementara Abdul Karim selaku Ketua Ikadi Mimika bertindak sebagai khatib.
Abdul Karim kembali mengisahkan kehidupan Nabi Ibrahim di dalam Al Qur'an dan keteladanannya. Idul Adha menurutnya bukan perayaan tanpa makna, tapi kembali memaknai kisah Ibrahim sebagai contoh yang baik atau uswatun hasanah.
Beberapa hal yang diajarkan Nabi Ibrahim patut jadi pelajaran antara lain, pencariannya akan Tuhan dengan akal dan panca indranya sampai mendapatkan wahyu.
Kemudian kata Abdul Karim, Nabi Ibrahim merupakan sosok pemberani, anak berbakti kepada orang tua, berhasil mendidik anak-anaknya dan seorang negarawan.
"Dari Nabi Ibrahim kita juga belajar cinta dan pengorbanan. Ia diuji dengan berbagai ujian tapi cintanya tak pernah padam. Sudah berkorban apa kita sebagai wujud cinta kita kepada Allah," kata Khatib.
Untuk diketahui, perayaan Idul Adha hendak mengingatkan kembali kisah teladan Nabi Ibrahim AS beserta anaknya Nabi Ismail. Idul Adha memperingati ujian paling berat yang menimpa Nabi Ibrahim.
Nabi Ibrahim diperintahkan oleh Allah mengorbankan anaknya sendiri, Nabi Ismail. Atas ketakwaannya menghadapi ujian, Allah mengganti Ismail dengan kurban berupa hewan sembelihan. Sebab itu, Idul Adha disebut juga Idul Kurban.
Idul Adha juga memiliki dimensi sosial, yaitu dengan ibadah berkurban dan membagikan dagingnya kepada kelompok tidak mampu.
Mewakili Pemerintah Kabupaten Mimika, Andi Ramly mengajak seluruh umat Muslim kembali memberi sinar dan dorongan untuk merajut kembali rasa perdamaian dan persaudaraan.
"Selamat hari raya Idul Adha 1444 hijriah, dan selamat menjalankan ibadah kurban," katanya. (Faris)