Kapolres: Pengakuan YA Soal Sumber Amunisi Tidak Serta Merta Dipercaya
Pada rekonstruksi di Mapolres Mimika, Kamis (29/9/2022) kemarin, YA memang menyebut 90 butir amunisi tersebut ia dapatkan dari seorang anggota Polri yang sudah meninggal dunia. Amunisi itu ia kubur sejak 2016.
Sementara 5 butir amunisi lainnya YA dapatkan di Jalan Sosial dan Gorong-gorong saat aparat kepolisian melakukan pengejaran terhadap orang mabuk.
"Sementara dalam proses pendalaman. Karena ini masih hanya keterangan dari YA sendiri. Belum ada saksi," ujar Kapolres saat ditemui di Graha Eme Neme Yauware, Jumat (30/9/2022).
Ia menduga, pengakuan tersangka YA hanya sebatas alibi untuk memutus mata rantai penyelidikan sumber amunisi itu itu sendiri.
"Karena orang yang dimaksud sudah meninggal dunia, sehingga tidak bisa kami lakukan pemeriksaan. Sementara sisanya itu yang katanya hanya menemukan. Kalau sampai kececer, posisi amunisi itu dalam magazen. Kalau jatuh itu satu magazen tidak mungkin hanya satu-satu (amunisi) yang jatuh," kata Kapolres.
Ia menjelaskan, keluar masuknya amunisi untuk anggota memiliki prosedur.
"Dari kedinasan, untuk keluar masuk amunisi semua pakai surat berita acara. Jadi terkontrol untuk keluar masuknya," jelasnya.
Ia menyebut, tersangka YA juga sempat terlibat beberapa tindak pidana pada tahun 2012, 2017 dan 2018 terkait kasus kepemilikan senjata tajam hingga makar.
Saat ini pihak kepolisian masih melakukan pengembangan dan pengejaran terhadap tersangka lainnya yang terlibat dalam transaksi jual beli senjata api dan amunisi tersebut. (Amma)