Ketua MRP Papua Tengah Desak Seleksi DPRK Jalur Otsus Terbuka & Transparan
Ketua Majelis Rakyat Papua (MRP) Provinsi Papua Tengah, Agustinus Anggaibak, Foto: Faris/ Papua60detik
Ketua Majelis Rakyat Papua (MRP) Provinsi Papua Tengah, Agustinus Anggaibak, Foto: Faris/ Papua60detik

Papua60detik – Ketua Majelis Rakyat Papua (MRP) Provinsi Papua Tengah, Agustinus Anggaibak mendesak Panitia Seleksi (Pansel) Dewan Perwakilan Rakyat Kabupaten (DPRK) Mimika Jalur Pengangkatan Orang Asli Papua (OAP) atau Otsus agar melaksanakan proses seleksi secara terbuka dan transparan. 

Agus menekankan pentingnya keterbukaan dalam proses seleksi agar seluruh masyarakat, terutama Orang Asli Papua (OAP) dari suku Amungme dan Kamoro mendapatkan kesempatan yang adil. Ia menolak tegas cara Pansel yang hanya meminta nama-nama calon DPRK dari lembaga-lembaga tertentu, karena berpotensi menutup peluang bagi individu-individu potensial yang tidak terakomodasi oleh lembaga tersebut.

“Saya minta Pansel buka seleksi DPRK secara terbuka dan transparan. Tidak dibenarkan hanya meminta nama-nama calon DPRK dari lembaga. Masih banyak potensi dari masyarakat Amungme dan Kamoro yang mungkin tidak diakomodir oleh lembaga masing-masing,” kata Agus pada konferensi pers di Timika, Sabtu (19/10/2024).

Agustinus mengkritik langkah Pansel yang meminta lima nama dari masing-masing lembaga adat Amungme dan Kamoro, serta beberapa lembaga lainnya. Menurutnya, hal ini merupakan tindakan yang tidak adil dan menutup kesempatan bagi masyarakat yang lebih luas untuk ikut serta dalam proses seleksi ini.

“Ini sangat tidak benar. Tidak membuka peluang bagi masyarakat Amungme dan Kamoro secara luas,” jelasnya.

Dengan seleksi terbuka, masyarakat Amungme dan Kamoro mendapat kesempatan bersaing secara adil. 

Keterbukaan dan transparansi dalam seleksi DPRK jalur Otsus menjadi penting, mengingat peran krusial OAP dalam pembangunan daerah serta pelaksanaan hak-hak khusus yang diberikan melalui Otonomi Khusus. 

Masyarakat berharap agar suara ini dapat didengar dan diakomodasi, sehingga seleksi DPRK Mimika berjalan dengan adil serta memberikan ruang yang lebih luas bagi keterlibatan seluruh masyarakat Amungme dan Kamoro.

“Berikan saja masyarakat Amungme dan Kamoro persyaratannya, apabila tidak sesuai Pansel bisa gugurkan. Paling tidak, berikan masyarakat kesempatan untuk terlibat,” pungkasnya. (Faris)