Melihat Warga Timika Berburu Takjil Buka Puasa
Papua60detik - Setiap sore hari selama Ramadan, Jalan Ki Hajar Dewantara depan Masjid Agung Babussalam Timika dijejali warga.
Di sisi kiri kanan jalan, para penjual takjil buka puasa berjejer. Melewati jalan ini, pengendara mesti pelan, warga berseliweran.
Baca Juga: Bakal Diresmikan Menkop, Koperasi Merah Putih di Atuka Diproyeksi Jadi Penggerak Ekonomi Lokal
Berburu takjil setiap kali Ramadan memang sudah jadi tradisi. Bukan saja bagi yang muslim, mereka yang tak wajib puasa pun ikut meramaikan.
"Ini (takjil) bukan semua saya yang bikin, sebagian titipan. Kan harus puasa, malam kita tarawih," kata Nurbaya, salah satu penjual takjil, Jumat (8/4/2022).
Yang dijual beragam, mulai dari jenis kue khas berbuka puasa sampai lauk pauk. Harganya relatif terjangkau, dari Rp5.000 sampai Rp10.000 per bungkus.
Nurbaya mengenang, sebelum pandemi Covid-19 hasil jualan takjil untungnya lumayan buat persiapan lebaran. Tapi selama pandemi, warga yang datang cari takjil tak seramai dulu.
"Lebih ramai sebelum corona, sekarang juga penjual ada dimana-mana. Sekarang ini kita bisa dapat 100 sampai 200 ribu lah. Itu kotor, belum masuk biaya kantong dan uang meja," ungkapnya.
Lapak-lapak takjil itu dibangun oleh Remaja Masjid Babussalam. Tahun ini mereka siapkan 32 meja. Setiap meja dikenai tarif Rp20.000 per hari.
Ketua Remaja Masjid Babussalam, Dahlan mengatakan uang yang disetor itu adalah pengganti biaya yang dipakai membangun lapak.
"Kalau ada sisanya kita serahkan sebagai infaq ke masjid," katanya. (Burhan)