Pangdam XVII Cenderawasih Pastikan Penanganan Kasus Mutilasi Transparan & Cepat
Konferensi Pers Pangdam XVII/ Cenderawasih Mayjen TNI Muhammad Saleh Mustafa di Timika, Senin (5/3/2022). Foto: Amma/Papua60detik
Konferensi Pers Pangdam XVII/ Cenderawasih Mayjen TNI Muhammad Saleh Mustafa di Timika, Senin (5/3/2022). Foto: Amma/Papua60detik

Papua60detik - Mengawali kerjanya sebagai Pangdam XVII Cenderawasih, Mayjen TNI Muhammad Saleh Mustafa langsung mengunjungi Kabupaten Mimika guna melanjutkan penyidikan kasus pembunuhan disertai mutilasi yang melibatkan enam oknum anggota TNI dan tiga warga sipil.

"Dari proses awal sampai dengan sekarang ini sudah sampai pada tahap penyidikan, artinya sudah ada tersangka yang ditetapkan. Kita berharap semua ini cepat ya, jangan sampai lambat. Begitu ya, biar ada kepastian hukumnya. Sehingga benar-benar ada keadilan dalam hukum ini dan dirasakan oleh kita semua baik masyarakat, pihak keluarga korban, maupun oleh dalam hal ini tersangka, harus mendapatkan hukuman yang setimpal, yang sesuai dengan perbuatannya," ujarnya dalam konferensi pers yang digelsr di Rimba Papua Hotel, Senin (5/3/2022).

Ia menegaskan, Panglima TNI dan Kasad telah memerintahkan agar kasus dengan korban empat warga Nduga di Timika pada 22 Agustus lalu ini dilaksanakan secara transparan.

"Sesuai dengan perintah dari bapak Panglima TNI dan arahan dari Bapak Kepala Staf Angkatan Darat bahwa kasus ini harus dibuka secara transparan memenuhi nilai-nilai akuntabilitas, baik dalam aspek keadilan hukumnya dan kecepatan," jelas Pangdam.

Usai rekonstruksi, Sabtu (3/9/3/2020) kemarin, penyidik masih sedang melengkapi berkas perkara.

Para tersangka dijerat dengan pasal 340 KUHP subsider pasal 338 KUHP juncto pasal 55, 56 KUHP dan atau pasal 365 KUHP dengan ancaman hukuman mati, penjara seumur hidup atau paling lama 20 tahun.

"Selanjutnya saya berharap situasi atau akibat dampak dari kasus ini, mari sama-sama kita menunggu hasil penyidikan ini sampai dengan tahap nanti di Pengadilan, kita sama-sama mengawasi, kita sama-sama mengikuti. Apabila ada hal-hal yang terlewatkan, mari sama-sama kita berikan masukan dan saran," ujarnya menambahkan. 

Selain sembilan pelaku yang sudah ditahan, polisi masih memburu satu pelaku berinisial R yang diduga adalah otak dari peristiwa ini. (Amma)