Pemprov Papua Tengah Konsolidasi Pendidikan
Staf Ahli Gubernur Bidang Pemerintahan, Politik dan Hukum, Provinsi Papua Tengah, Marthen Ukago saat membuka kegiatan Konsolidasi Pendidikan Dasar dan Menengah Tahun 2026, foto: Martha/ Papua60detik
Staf Ahli Gubernur Bidang Pemerintahan, Politik dan Hukum, Provinsi Papua Tengah, Marthen Ukago saat membuka kegiatan Konsolidasi Pendidikan Dasar dan Menengah Tahun 2026, foto: Martha/ Papua60detik

Papua60detik - Pemerintah Provinsi (Pemprov) Papua Tengah menggelar Konsolidasi Daerah Pendidikan Dasar dan Menengah Tahun 2026 untuk memperkuat koordinasi, menyatukan visi, serta merumuskan langkah-langkah strategis dalam meningkatkan kualitas pendidikan. 

Kegiatan akan berlangsung selama tiga hari, mulai  Selasa ( 10/4/2026). Peserta berasal dari berbagai unsur yang berkaitan dengan pengelolaan pendidikan  se-Provinsi Papua Tengah, para kepala dan sekretaris Dinas Pendidikan, termasuk Kepala Bidang PAUD, Kepala Bidang SD, Kepala Bidang SMP, serta Kepala Bidang SMA/SMK.

Staf Ahli Gubernur Bidang Pemerintahan, Politik dan Hukum Provinsi Papua Tengah, Marthen Ukago menjelaskan konsolidasi ini memiliki peran penting memperkuat sinergi seluruh pihak dalam pembangunan pendidikan di Papua Tengah. 

Oleh karena itu, diperlukan kesatuan persepsi serta memperkuat koordinasi antara pemerintah daerah, khususnya Dinas Pendidikan, Badan Pengelola Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD), dan pihak terkait dalam mendukung pelaksanaan program prioritas dari Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen).

"Pendidikan merupakan fondasi utama dalam membangun sumber daya manusia yang unggul, berdaya saing, dan berkarakter. Di Provinsi Papua Tengah pendidikan kami tempatkan sebagai pilar utama pembangunan sumber daya manusia, karena masa depan daerah ini sangat ditentukan oleh kualitas generasi mudanya," ujarnya. 

Menurutnya,  pembangunan sumber daya manusia melalui sektor pendidikan menjadi salah satu prioritas utama pemerintah daerah untuk mewujudkan Papua Tengah emas, adil, berdaya saing, bermartabat, harmonis, maju, dan berkelanjutan. 

Pada tahun 2025, Pemerintah Provinsi Papua Tengah mulai melaksanakan sejumlah program prioritas di bidang pendidikan. Di antaranya program pendidikan gratis bagi siswa SMA, SMK, dan SLB, pelaksanaan Sekolah Sepanjang Hari (SSH), penguatan pendidikan berpola asrama dan boarding school untuk menjangkau wilayah terpencil, serta program MAPEGA (Masa Pengabdian Guru) melalui pengiriman tenaga guru ke daerah-daerah terisolir.

"Berbagai program ini merupakan bentuk komitmen pemerintah daerah untuk memastikan bahwa pembangunan pendidikan di Papua Tengah tidak hanya berjalan di pusat kota, tetapi juga menjangkau seluruh wilayah hingga daerah-daerah terpencil," tambahnya. 

Ketua Panitia, Kuswanto, mengatakan sejumlah program prioritas yang menjadi fokus pembahasan dalam konsolidasi tersebut. 

Beberapa di antaranya adalah revitalisasi sekolah terintegrasi, pengembangan Sekolah Garuda, pelaksanaan Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB), digitalisasi pendidikan, penerapan Standar Pelayanan Minimal (SPM) pendidikan, penuntasan wajib belajar 13 tahun, penurunan angka anak tidak sekolah, serta penguatan sistem penjaminan mutu pendidikan.

"Melalui konsolidasi, kami ingin memastikan seluruh pemerintah daerah memiliki pemahaman yang sama dan bergerak bersama dalam mengawal program prioritas pendidikan, sehingga implementasinya di daerah dapat berjalan lebih terarah dan berdampak nyata bagi peningkatan kualitas pendidikan," pungkasnya. (Martha)