Perempuan dan Anak di Daerah Pendulangan PT Freeport Jadi Sorotan
Papua60detik - PT Freeport Indonesia (PTFI) dan Badan Kesatuan Kebangsaan dan politik (Kesbangpol) Mimika lokakarya pengelolaan ibu dan anak di area pendulangan atau aliran tailing, Kamis (26/09/2024).
Kepala Kesbangpol Mimika, Yan Slamet Purba mengatakan perempuan dan anak merupakan kelompok yang rentan terhadap kekerasan baik kekerasan dalam rumah tangga, lingkungan maupun dari alam. Sebab itu, perempuan dan anak perlu perlindungan ekstra dibanding kelompok lain.
Namun, pada kenyataannya ibu dan anak masih berada di area yang berbahaya yang tidak memperhatikan keselamatan, kesehatan dan kesejahteraan serta pendidikannya yakni di area pendulangan (PTFI)
"Sebagaimana yang kita ketahui beberapa bulan lalu terjadi kecelakaan di kali kabur Mile 37 menelan korban 4 orang terseret saat menyebrang kali, 3 orang meninggal dunia dan 1 orang selamat. Di antara korban yang meninggal ada seorang ibu dan seorang balita," ujar Yan.
Ia meminta kejadian itu menjadi perhatian semua pihak agar mengambil tindakan nyata demi keselamatan ibu dan anak. Lokakarya itu ia harapkan meningkatkan kesadaran semua pihak terutama ibu-ibu akan bahaya berada di area pendulangan dan menjauhi kegiatan mendulang di area terlarang di kawasan PTFI.
Apalagi, setiap anak punya hak yang harus dipenuhi khususnya kesehatan dan pendidikan layak.
"Kesepakatan tadi berupa rencana jangka pendek, menengah, panjang, kita berharap bukan hanya PTFI yang berperan, tapi semua pihak. Karena ini tidak bisa kita kerjakan sendiri-sendiri," tambahnya.
Sementara SVP Community Development PTFI, Nathan Kum menyebut lokakarya ini dikhususkan untuk ibu dan anak yang tersebar di sepanjang kali kabur dari lowland sampai highland.
"Pendidikan, kesehatan dan penanganan ibu dan anak agar tetap kita sosialisasi di area-area pendulangan. Agar semua pihak memperhatikan ibu dan anak, ibu hamil, anak usia sekolah agar mebadapatkan pendidikan di Timika atau di daerah masing-masing," pungkasnya.
Ada beberapa kesepakatan yang menjadi rencana jangka pendek, jangka menengah, jangka panjang yang didapatkan dari sosialisasi tersebut. Salah satunya adalah Pemda dan PTFI serta pemangku jabatan lainnya bersama-sama memberikan pelatihan kerja dan wirausaha bagi perempuan atau ibu di Mimika.
Pihak paguyuban/kerukunan aktif dalam mensosialisasikan tentang bahaya dampak mendulang bagi ibu dan anak. Dinas Sosial dan P3AP2KB melakukan pendataan ibu dan anak di area pendulangan sebagai sumber data setiap bulan.
Program atau kesepakatan disebut berhasil jika jumlah ibu dan anak di area pendulang berkurang 30 persen, pengumpulan data dilakukan setiap triwulan, dan tidak ada insiden ibu dan anak di area pendulangan. (Martha)