Kokurikuler Day 2026 SATP: Panggung Kreativitas, Karakter & Kearifan Lokal
Papua60detik - Kokurikuler Day 2026 di Sekolah Asrama Taruna Papua (SATP) milik YPMAK selaku pengelola dana kemitraan PTFI berlangsung meriah, Kamis (9/4/2026). Kegiatan ini digelar selama dua hari, sampai Jumat besok,
Kokurikuler Day 2026 SATP jadi ajang unjuk bakat sekaligus ruang pembentukan karakter bagi para siswa melalui beragam karya dan pertunjukan.
Kepala SATP, Sonianto Kuddi, menjelaskan bahwa rangkaian kegiatan ini telah dipersiapkan sejak sebulan lalu. Para siswa menampilkan berbagai performa, khususnya kelas II dan VI yang tampil pada hari pertama dan kedua. Sementara itu, siswa tingkat SMP turut berkontribusi melalui karya tulis ilmiah yang mengangkat isu-isu remaja.
“Ini adalah honai prestasi bagi anak-anak Amungme Kamoro dan suku kerabat. Kokurikuler kami bangun dengan prinsip pembelajaran mendalam, harus menyenangkan, menggembirakan, dan sesuai dengan konteks anak, sehingga tidak monoton hanya di dalam kelas,” ujarnya.
Ia menambahkan, kegiatan kokurikuler tidak hanya menjadi sarana memperdalam materi pembelajaran pagi hari, tetapi juga berperan penting membentuk karakter siswa. Disiplin, kepatuhan, kerja sama, hingga kesiapan tampil di depan publik menjadi nilai-nilai yang terus dikembangkan.
Sementara itu, Wakasek Kurikulum SATP, Dewa Komang Tri Mahayana, menyebut tema Kokurikuler Day tahun ini adalah "Karya Nusantara: Kreativitas Anak Bangsa". Persiapan telah dimulai sejak pertengahan Januari dengan perencanaan matang melalui pertemuan rutin setiap minggu.
“Setiap minggu kami menetapkan target capaian. Mulai dari penyusunan timeline hingga pembagian peran siswa di setiap jenjang kelas,” kata Soni.

Adapun pembagian kegiatan disesuaikan dengan tingkat kelas. Kelas II menampilkan drama dan tari nusantara, kelas III menghadirkan olahan makanan khas, kelas IV fokus pada kegiatan menanam dan merawat tanaman, sementara kelas V mengangkat kearifan lokal melalui buku saku cerita rakyat Papua. Kelas VI sendiri menampilkan tarian tradisional.
Meski berada di luar pembelajaran kurikulum, kegiatan ini tetap terintegrasi dengan kurikulum dan berbagai mata pelajaran seperti seni budaya, Pendidikan Pancasila, hingga Bahasa Indonesia.
Wakil Kepala Perwakilan Yayasan Pendidikan Lokon Bidang Pendidikan, Oktavianus Viktor Rori menilai kegiatan ini sejalan dengan visi dan misi SATP sebagai lembaga pendidikan yang unggul, kreatif, dan inovatif.
“Kegiatan ini mencerminkan upaya nyata dalam mengintegrasikan kebijaksanaan, iman, dan pendidikan untuk mencerdaskan dua suku besar serta kerabat,” ungkapnya.
Kokurikuler Day 2026 bukan sekadar agenda sekolah, tetapi menjadi bukti nyata bahwa pendidikan dapat dikemas secara menyenangkan tanpa meninggalkan esensi pembentukan karakter dan pelestarian budaya. (Eka)