Tim Pemekaran Distrik Tsinga Kembali Terbentuk
Papua60detik - Tim pemekaran Distrik Tsinga terbentuk satu pekan lalu dengan dihadiri enam kepala kampung yang mendukung penuh pemekaran. Adapun enam kampung tersebut adalah Kampung Tsinga, Kampung Doliningokgin, Kampung Beanekogom, Kampung Jongkogoman, Kampung Noselanop, Kampung Miniponogoma.
Sekretaris Tim Pemekaran Distrik Tsinga, Jan Magal mengatakan enam kampung tersebut saat ini masih tergabung di Distrik Tembagapura. Namun, masyarakat kurang merasakan pelayanan pemerintah sebab jarak yang jauh, bahkan bisa menghabiskan satu sampai dua hari untuk sampai di distrik induk.
Atas kondisi tersebut, masyarakat kembali menggagas usulan pemekaran distrik. Menurut Jan, secara administratif maupun kondisi wilayah, kawasan tersebut telah memenuhi syarat untuk dimekarkan. Sejumlah fasilitas penunjang seperti bandara, sarana pendidikan, fasilitas kesehatan, hingga pos keamanan juga telah tersedia.
"Mereka sudah pernah memunculkan ide tentang pemekaran distrik itu dari tahun 2011. Namun, perjalanan hampir kurang lebih 16 tahun, ada satu dua hal yang menghalangi. Juga ada kendala-kendala yang dihadapi oleh tim serta kebijakan-kebijakan yanh tidak mengakomodir," ujar Jan Magal, Jumat (03/04/2026).
Pemekaran tersebut bukan tanpa alasan, tetapi demi kebutuhan masyarakat. Hal itu juga sesuai visi misi dari pasangan Joel yang mengatakan pembangunan harus dari kampung ke kota. Masyarakat di wilayah tersebut sangat mengharapkan perhatian dari pemerintah agar segera mengakomodir pemekaran ini.
Sementara itu, Ketua Tim Pemekaran Distrik Tsinga, Banianus Jawame menyampaikan pemekaran distrik sangat didukung oleh kepala kampung Tsinga, masyarakat, tokoh agama, tokoh masyarakat, kepala suku, tokoh pemuda. Menurutnya, Distrik Tsinga lebih layak dimekarkan dibanding wilayah lain.
Adapun dasar pertimbangannya adalah mendekatkan pelayanan pemerintahan kepada masyarakat, mempercepat pembangunan dan pemerataan kesejahteraan, meningkatkan akses pelayanan administrasi, kesehatan, dan pendidikan.
Pertimbangan lainnya adalah kondisi geografis wilayah yang luas dan sulit dijangkau serta menjaga stabilitas keamanan dan ketertiban masyarakat. Tim pemekaran beserta masyarakat menjamin tidak terjadi konflik sosial dan juga mendukung keputusan batas wilayah dan ibu kota distrik secara musyawarah.
"Secara administrasi sangat layak, dari SDM cukup, baik SDM pegawai dari masyarakat lokal sangat cukup, Pemetaan wilayah juga sangat luas. Kami juga sedang koordinasi dengan kepala distrik Induk Tembagapura untuk memberikan rekomendasi pemekaran Distrik Tsinga," pungkasnya. (Martha)