Pembelian LPG di Timika Dibatasi, Warga Antri
Warga antri LPG,  foto: Istimewa
Warga antri LPG, foto: Istimewa

Papua60detik - Masyarakat Timika mengeluhkan kelangkaan Liquefied Petroleum Gas (LPG) di Timika. Beberapa hari ini warga mengantri di beberapa agen, seperti di PT Mitra Indimatam di Nawaripi untuk mendapatkan tabung. 

Keterangan dari owner PT Mitra Indimatam, Andi Tajerimin menyebutkan bahwa permintaan sudah diarahkan ke Makassar seperti biasa. Pengiriman tabung kosong ke sana juga sudah dilakukan. Namun, kemudian ada informasi terkait pembatasan kuota dari wilayah tersebut.

Pembelian dibatasai yaitu satu tabung per rumah tangga. Hal itu untuk mengantisipasi warga yang menumpuk lalu menjual lagi dengan harga lebih tinggi. Kebijakan ini menjadikan LPG seolah-olah kosong di Timika. 

"Tidak kosong, Ini hanya menunggu supply dari Sulsel. Masalahnya, kasihan masyarakat di sini antri. Saya juga tidak mau orang-orang membeli di sini lalu menjual seenaknya. Karena sudah saya perhatikan ada orang sudah beli antri lagi, disimpan di mobil, sudah penuh baru jalan," ujarnya saat diwawancarai, Senin (06/04/2026). 

Menanggapi isu kelangkaan ini, Sales Branch Manager Pertamina Patra Niaga Rayon II Papua Tengah, Junaedi Kala, mengatakan kebijakan pembatasan pembelian adalah untuk menjamin stok LPG agar tidak kosong total di Timika

Ke depan, distribusi LPG direncanakan akan dioptimalkan melalui suplai langsung dari Stasiun Pengisian Bulk Elpiji (SPBE) di wilayah Regional Papua Maluku. Skema ini diharapkan mampu mempersingkat rantai distribusi dan mengurangi potensi keterlambatan pasokan.

"Ini bukan pembatasan, melainkan upaya agar distribusi LPG semakin terjamin dengan rencana suplai langsung dari SPBE di wilayah Regional Papua Maluku," ujarnya melalui pesan WA.

Pihaknya juga sedang mengkoordinasikan dengan Pemda kapan tepatnya suplai langsung dari regional Papua Maluku diberlakukan termasuk harga jual eceran yang akan diberlakukan. 

"Sedang kami perhitungkan dan koordinasikan. Nanti diupdate lagi untuk kapan tanggal pastinya. Yang pastinya kebijakan yang diambil nantinya akan bareng Pemda demi mementingkan kepentingan masyarakat Mimika," tambahnya. 

Saat ini hanya satu agen yang masih aktif menjual yaitu PT Mitra Indimatan di Nawaripi. Sementara dua agen lainnya belum melakukan penjualan karena stok masih dalam proses pengiriman.

"Memang kondisinya ada di satu agen saja. Untuk stok tabung yang 5,5 kg ada sekitar 2000-an, kalau stok 12 Kg di kisaran 1000-an. Itu bisa mem-backup 5-6 hari ke depan. Kita atur pengambilan perharinya, supaya stok itu tidak habis total di Timika, makanya kita batasi," terangnya. 

Ia pun menghimbau masyarakat agar melakukan pembelian satu tabung per rumah tangga. Masyarakat juga tidak perlu khawatir dengan adanya kenaikan harga. (Martha)